Hadis Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah, Ini Penjelasan Gus Baha

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan maksud dari istilah tidurnya orang puasa bernilai ibadah. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3iA) tersebut, tidur tersebut bukan berarti bermalas-malasan.

Dilansir dari laman nu.or.id, Gus Baha menjelaskan redaksi haditsnya yang dimaksud, yakni “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” (HR Baihaqi).

Menurutnya, di antara kelebihan Ramadan itu ada kalimat, tidurnya orang puasa itu ibadah. Dalam hal ini tidur memiliki keistimewaan tersendiri jika dipandang dari berbagai sudut ilmu. Misalnya dipandang dari sisi ilmu ushul fiqih, seseorang yang tidur berarti di saat yang sama tidak melakukan maksiat kepada Allah. Artinya orang tersebut meninggalkan perbuatan dosa dan itu berpahala.

Baca juga  Muhammadiyah Imbau Agar Pendakwah Semua Agama Ceramahnya Baik

Namun, tak jarang hadits ini dipolitisasi oleh sebagian masyarakat sebagai pembenaran bersikap malas-malasan dan banyak tidur saat menjalankan puasa di bulan Ramadan.

“Filosofinya gimana? Di mana-mana orang tidur itu tidak mencuri, tidak ngerasani orang (ghibah), tidak gosip, tidak melihat hal-hal yang maksiat, jadi tidur punya nilai positif yaitu meninggalkan kemungkaran, meninggalkan semua keburukan itu bernilai ibadah,” bebernya.

Selain itu, tidur menurut Gus Baha termasuk ayat atau tanda kekuasaan Allah SWT. Ketika manusia ditakdirkan tidur malam maupun siang hari, maka itu anugerah. Banyak orang yang tidak bisa tidur dan harus meminum obat tertentu. Di dalam dunia medis, tidur sering kali jadi obat atau terapi penyembuhan.

Baca juga  Muhammadiyah Imbau Agar Pendakwah Semua Agama Ceramahnya Baik

Sehingga tak heran, dokter sering meminta pasiennya untuk istirahat dan tidur yang cukup agar metabolisme tubuh kembali normal. Kekurangan tidur juga bisa membuat gangguan di kepala dan otot.

“Kenapa dianggap tanda kekuasaan Allah, sering kali pakar kesehatan bicara ini pasiennya kurang istirahat dan bisa menyebabkan sakit. Berarti tidur adalah obat menghilangkan penyakit. Meskipun minum obat paling manjur, jika tidak tidur secara rutin maka tidak akan berdampak. Jadi logikanya, tidur yang utama lalu dibantu obat,” tandasnya. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed