IPARI Perkuat Kerukunan Agama di Kota Mojokerto

Terbentuknya Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di Kota Mojokerto semakin memperkuat kemajemukan dan kerukunan antar umat beragama.

IPARI menjadi wadah peningkatan profesionalitas penyuluh agama, sebagaimana Surat Edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, nomor B.4062/DT.II.III/HM.01/08/2023 tanggal 25 Agustus 2023.

Penjabat (Pj) Wali Kota, Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengatakan, keberadaan para penyuluh agama memiliki peran strategis di dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Umat dari 6 beragama semua ada di Kota Mojokerto, tentu ini harus bersama-sama kita jaga. Kerukunan antar umat beragama juga harus terus kita kuatkan,” katanya, Sabtu (29/6/2024).

Melalui IPARI, Ali Kuncoro berharap para penyuluh agama akan semakin bersinergi untuk mendukung pemerintah untuk menjaga Kota Mojokerto senantiasa menjadi kota yang harmonis.

Baca juga  Bupati Mojokerto Berharap Koperasi Akan Memperkuat UMKM

“Saya berharap para pengurus IPARI Kota Mojokerto yang dipimpin oleh Bu Ulfi dapat menjalankan tugasnya dengan amanah serta dapat memperkuat sinergi dengan lintas sektor terkait di kota Mojokerto sehingga kehadiran IPARI lebih bisa membawa manfaat bagi Umat di Kota Mojokerto tercinta,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua IPARI Kota Mojokerto, S. Imroatul Ulfiah, menyampaikan pihaknya siap untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah kota Mojokerto, perangkat daerah, serta seluruh lintas sektor terkait untuk bersama membawa Kota Mojokerto lebih maju melalui program-program yang telah disusun dalam Rakerda pada 25 Juni 2024 kemarin.

“Melalui bidang moderasi beragama kami akan terus melakukan pembinaan kampung moderasi beragama, yakni kampung atau kelurahan yang ada berbagai tempat ibadah yang merupakan miniature serta tolak ukur bahwa kehidupan di Kota Mojokerto yang majemuk ini harmonis, damai,” terang juara Penyuluh Agama Islam (PAI) Award tingkat Jawa Timur tahun 2024 kategori Penegakan Hukum ini.

Baca juga  Pemkab Mojokerto Gelontorkan Beasiswa Senilai Rp 1,05 Miliar

Lebih lanjut penggagas program Naga Bonar (Ketahanan Keluarga Bebas dari Obat Terlarang dan Narkoba) ini juga memperluas program bimbingan rohani dari IPARI bagi pasien di rumah sakit.

“Untuk bimbingan rohani, kami juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan atau rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto kepada orang-orang yang sakit dari semua agama serta bimbingan rohani bagi warga binaan dari berbagai agama yang ada di Lembaga Permasyarakatan Kota Mojokerto,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rakerda I IPARI Kota Mojokerto ini mengusung tema Melalui Rakerda Kota Perkuat IPARI dengan Konsolidasi, Kolaborasi dan Pemantapan Program Keumatan. Diikuti oleh 33 Anggota penyuluh dari 6 agama yang ada di kota Mojokerto dan dibuka langsung oleh kepala kantor kementerian Agama kota Mojokerto Abdul Rahman di Lynn Hotel Kota Mojokerto. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed