RPJPD Surabaya 2025-2045 Disetujui, Fokus pada Pembangunan Inklusif

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Kota Surabaya periode 2025-2045, telah disetujui dalam Rapat Paripurna, di Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (4/7). Rapat paripurna dibuka dan dipimpin, secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan, RPJPD adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah, yang isinya menjabarkan visi-misi arah kebijakan, serta sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang, dalam 20 tahun ke depan.

Menurut Wali Kota Eri, RPJPD Kota Surabaya disusun, dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), dan RPJPD Provinsi Jawa Timur.

Adapun 8 misi yang disampaikan, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam RPJPD, adalah mewujudkan transformasi sosial yang inklusif, mewujudkan transformasi ekonomi, mewujudkan super-hub Megapolitan Jawa Timur, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan, yang Agile (pembangunan tangkas).

Baca juga  Wali Kota Surabaya Ajak Masyarakat Ramaikan AFF U-19 Di Gelora 10 Nopember

Kemudian, menjaga stabilitas wilayah, memantapkan ketahanan sosial dan budaya, pengembangan dan integrasi kawasan periferal dan hinterland, dengan pusat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan.

Wali Kota Eri mengatakan, RPJPD Surabaya memuat banyak hal, terkait rencana pembangunan yang strategis, untuk 20 tahun ke depan. Termasuk di dalamnya target Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), di tahun 2045 sebesar Rp 2,1 triliun.

“Kalau lainnya, kita menyesuaikan dengan RPJPN dan RPJPD provinsi, juga kita ikuti,” kata Wali Kota Eri usai paripurna.

Selain itu, Wali Kota Eri juga menyebut, pembangunan yang akan dilanjutkan, ke depannya adalah pembangunan Rumah Sakit (RS), sekolah SD dan sekolah SMP, yang merata di setiap wilayah Kota Pahlawan.

“Pembangunan akan kita lanjutkan, rumah sakit, terus menambah SD dan SMP. Untuk penambahan sekolah, akan kita koordinasikan, dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Di Surabaya utara rencananya,” terangnya.

Baca juga  Sambut 10 Muharram, GOW Surabaya Beri Santunan 2300 Anak Yatim

Diketahui, Pemkot Surabaya saat ini, sedang melakukan pembangunan RS, di wilayah Surabaya Timur. Dan rencananya, pemerintah kota juga segera melakukan pembangunan rumah sakit, di wilayah utara atau bekas Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT).

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat menambahkan, bahwa rancangan Compact City, juga termasuk dalam RPJPD Kota Surabaya, periode 2025-2045.

“Diharapkan dalam jangka panjang nanti, tidak terjadi lagi kemacetan di Surabaya, kemudian membuat jarak tempuh dan biaya rendah, dari segi transportasi. Bagaimana menjadikan sebuah kota efisien, dengan mendekatkan fasilitas publik, kepada warganya,” paparnya.

Menurut Irvan, konsep Compact City, adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan fasilitas publik, dengan efisiensi waktu dan biaya rendah. Dengan penerapan compact city, nantinya ditargetkan Surabaya, bisa menuju kota dunia.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Beri Seragam dan Tas Gratis

“Targetnya kota dunia. Saat ini Kota Surabaya menurut UN-Habitat dirangking 280, targetnya 20 tahun ke depan bisa mencapai posisi 260 dunia,” terangnya.

Di samping itu, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono berharap, RPJPD Kota Surabaya periode 2025-2045, dilaksanakan dengan serius dan tetap memperhatikan, kualitas disamping kuantitas.

“Misalnya pendidikan dan kemiskinan, juga harus tetap menjadi prioritas, di masa mendatang. Karena indikator pembangunan itu majemuk,” pungkas Awi sapaan akrabnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed