Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji RI yang Dirawat di RS Saudi Menurun

Jumlah jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tercatat menurun signifikan dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.
Berdasrkn data, jumlah jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi tercatat sebanyak 130 orang.

Angka tersebut turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 400 jemaah.
Pemeriksaan Istitha’ah Dinilai Jadi Faktor Penurunan.

Menteri Agama RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, salah satu faktor utama penurunan jumlah jemaah yang dirawat adalah penerapan pemeriksaan istitha’ah kesehatan yang lebih ketat sejak di Tanah Air.

Baca juga  Sidak Tenda Arafah, Menhaj Larang KBIHU Kuasai Tenda Jemaah

“Salah satu alasannya karena pemeriksaan istitha’ah kesehatan di tanah air relatif lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” ujar Gus Irfan di Makkah, Ahad (24/5/2026).

Menurutnya, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait penanganan jemaah yang masih menjalani perawatan, termasuk kemungkinan penerapan safari wukuf atau mekanisme lain yang tetap sesuai dengan regulasi setempat.

Gus Irfan mengungkapkan, hingga saat ini safari wukuf secara resmi belum diperbolehkan oleh otoritas Arab Saudi.

Meski demikian, pemerintah Indonesia masih terus mengupayakan solusi terbaik agar jemaah sakit tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji sesuai ketentuan.

Baca juga  RI dan Saudi Komitmen Tekan Angka Kematian Jemaah Haji

Ia menegaskan, koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi akan terus dilakukan guna mencari skema yang memungkinkan tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Hari ini kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti,” katanya.

Untuk mendukung layanan kesehatan saat puncak haji, pemerintah Indonesia juga menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik Armuzna.

Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit Arab Saudi diperkuat untuk mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan rujukan lanjutan.

“Kami ada klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, tetapi tetap bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi,” ujar Gus Irfan. (Ym)

Baca juga  Wamenhaj Klaim Fase Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Berjalan Lancar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *