Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui Program Transmigrasi Patriot. Program ini difokuskan pada penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul, tetapi sangat unggul, guna mendorong percepatan pembangunan dan investasi di kawasan transmigrasi.
Dalam program tersebut, Kementerian Transmigrasi menyiapkan 1.000 Beasiswa Transmigrasi Patriot bagi para sarjana terbaik dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, sebanyak 1.000 akademisi akan diterjunkan sebagai Tim Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang berhasil menghasilkan sekitar 400 temuan dan rekomendasi pengembangan potensi kawasan.
“Kami melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan keberlanjutan program transmigrasi patriot yang insya Allah tahun ini akan dikembangkan dalam bentuk 2 program besar karena kita ingin betul-betul mencetak SDM yang sangat unggul. Bukan lagi SDM unggul, tetapi yang sangat unggul,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta Senin (19/1).
Sepuluh PTN yang terlibat dalam program ini adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.
Mentrans menjelaskan Program Transmigrasi Patriot tahun ini dikembangkan dalam dua program utama, yaitu Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot. Sebagai kelanjutan program tahun lalu, Ekspedisi Patriot 2026 difokuskan pada pengabdian masyarakat yang lebih konkret.






