Ahad (15/8) Siang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk karyawan industri padat karya karyawan PT Ajinomoto Indonesia, di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Turut mendampingi Gubernur Jatim Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Deny Yusyulian, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jatim mengatakan keseriusannya dalam percepatan vaksinasi untuk karyawan industri padat karya.
“Kita ingin menyisir industri padat karya, jadi ketika kita mulai di Sidoarjo itu untuk padat karya, dua kali di Sidoarjo, tiga hari-tiga hari, lalu di Gresik juga untuk industri padat karya, memang saya sudah mikir ayo di Ngoro (NIP, red) , dan di Mojokerto ini tidak bisa tiga hari, pasti butuh hari lagi, jadi kalau tadi ibu bupati menawarkan perluasan vaksinasi untuk karyawan di industri padat karya, monggo, tidak mengganggu vaksin kabupaten/kota, karena di setiap vaksin begitu turun ada 5 persen untuk pemprov, dari lima persen itu kita distribusikan sesuai dengan prioritas sasaran,” ujar Gubernur Jatim kepada wartawan.
Mantan Menteri Sosial tersebut menjanjikan akan mengirim lagi tambahan vaksin untuk industri padat karya di wilayah kabupaten Mojokerto.
“Tantangannya ibu bupati langsung saya jawab, tidak pakai lama, kalau siap mungkin untuk di Ngoro minimal 7.500 vaksin kita bisa segera kirim sore ini,” Ujar Khofifah.
Khofifah berterimakasih kepada PT Ajinomoto yang telah melaksanakan vaksinasi untuk para karyawannya. Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada SPSI (Serikat Pekerjaan Suluruh Indonesia) dan media. Gubernur berharap kasus Covid-19 di Jatim terus melandai. Saat ini BOR atau keterisian tempat tidur Rumah sakit di Jatim juga turun.
“Ayo bangun soliditas, dan kehidupan harmoni di antara kita semua, dan ini percepatan vaksinasi juga tetap dilaksanakan dan tetap jaga protokol kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan percepatan vaksinasi di Kabupaten Mojokerto baru mencapai 24 persen. Jumlah itu belum termasuk data vaksinasi yang dilakukan oleh TNI dan Polri.
“PR (Pekerjaan Rumah, red) kita banyak makanya menggunakan skala prioritas, prioritas pertama untuk nakes (tenaga kesehatan, red) sudah selesai, yang kedua untuk pelayan publik yang sudah sampai hingga perangkat-perangkat desa, ketiga lansia, masih kurang banyak,dan ke empat masyarakat umum yang seharusnya prioritas untuk pekerja, ini yang memang harus kita kejar,” pungkasnya. Ym






