Tinjau Vaksinasi di Ponpes Amanatul Ummah, Gubernur Bersyukur Capaian PPKM Level Satu di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Kodim 0815/Mojokerto yang bekerjasama dengan Yayasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang digelar di Kampus IKHAC, Jumat (1/10). Serbuan vaksinasi dalam rangka HUT TNI ke 76 tersebut digelar dua hari, 1-2 Oktober 2021 dengan sasaran warga dan pelajar, baik untuk dosis satu maupun dosis dua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, serta Dandim 0815 Mojokerto, Beni Asman.

Dalam kesempatan itu Khofifah mengatakan bahwa Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi di Jawa dan Bali dengan Kabupaten/Kota terbanyak yang berstatus PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level satu, yakni 28 Kabupaten/Kota. Namun demikian Khofifah memastikan akan terus bergerak memaksimalkan vaksinasi. Khofifah menyebut capaian level satu tersebut diraih atas kerja keras semua warga, kedisiplinan masyarakat dan semangat dari nakes (tenaga Kesehatan, red) yang luar biasa, serta disupport oleh TNI-Polri melalui serbuan vaksinasi ini masuk di semua lini.
“Alhamdulillah Jawa Timur masih satu-satunya propinsi di Jawa dan Bali yang masuk PPKM level satu, Dan kita melihat menjadi level satu bukan sesuatu yang sederhana, misalnya level satu tapi tracing dan testing berkurang maka akan turun menjadi level dua, itu yang dialami oleh daerah-daerah yang lain, kita bersyukur ada 28 kabupaten/Kota di Jawa Timur yang masuk level satu, ” ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial tersebut menambahkan,
untuk mempertahankan level satu ada enam parameter yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, yang sesuai dengan panduan WHO. Capaian level satu terbanyak untuk Kabupaten/Kota di Jawa Timur itu patut disyukuri karena provinsi lain jumlah kabupaten/Kita yang level satu hanya sedikit.
“Selain Jawa Timur ada provinsi lain yang kabupaten/kota level satunya ada tiga, ada juga provinsi lain yang kabupaten/kota hanya punya dua level satu. Bahkan ada provinsi lainnya yang hanya punya satu daerah yang berstatus level satu, sedangkan tiga provinsi lain malah tidak ada yang daerahnya berstatus level satu, itu artinya capaian yang patut kita syukuri bersama,” Imbuh Khofifah.

Capaian itu menurut Khofifah adalah capaian yang luar biasa. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh elelemen strategis di Jawa Timur, dari TNI, dari Polri, dari Nakes, kampus, pondok pesantren, sekolah sekolah dan tentu adalah tokoh agama, relawan relawan yang semuanya bergotong royong, berkolaborasi kompak.

Sementara itu dalam pantauan majakahnurani.Com di lokasi, pelaksanaan vaksinasi berjalan tertib dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak menghindari kerumunan. Bahkan warga uang ikut vaksin senang karena setelah divaksin mereka mendapatkan makan dan beras 5 kg yang disediakan oleh Yayasan Amanatul Ummah.
“Saya bersyukur mendapat vaksin pertama yang difasilitasi oleh Gus Barra (sapaan akrab Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, red) sebagai Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang bekerjasama dengan TNI, setelah divaksin mendapatkan beras,” ujar Selvina, salah seorang peserta vaksinasi.

Sementara itu koordinator vaksinasi merah putih, Kapten Caj M Lutfi Anam mengatakan, sejauh ini TNI sudah melakukan kegiatan vaksinasi yang ke 4 kali dengan dosis pertama dan kedua. Dirinya juga bersyukur dalam pelaksanaan dibantu KH Asep Saifudin Chalim selalu pengasuh ponpes Amanatul Ummah yang menyediakan fasilitas dan kebutuhan yang menunjang kegiatan vaksinasi tersebut.
“Maturnuwun kepada Kiai Asep dan Gus Barra yang total membantu vaksinasi ini sehingga berjalan lancar,” ungkap Kapten Caj M Lutfi. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *