Hadiri Pengukuhan Pengurus Pergunu, Wapres KH Ma’ruf Amin Tegaskan Tugas Guru Menjaga Akhlak Umat

Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja di pondok Pesantren Amanatul Ummah dan kampus IKHAC (Institut KH Abdul Chalim) Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/6/2022). Dalam kunjungan itu, mantan Ketua MUI pusat ini menghadiri sarasehan dan pengukuhan Pimpinan Pusat Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) periode 2022-2027 di masjid kampus IKHAC.

Dalam sambutannya, KH Am’ruf Amin menegaskan bahwa tugas guru adalah mulia. Sebab masa depan bangsa ada di tangan guru. Para guru akan menentukan seperti apa generasi yang akan datang. KH Ma’ruf Amin kemudian mengajak para guru NU yang hadir untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad SAW juga guru, memang beliau dididik langsung oleh Allah SWT. Para sahabat-sahabat adalah murid beliau, beliau dan para sahabat berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat terbaik. Perubahan itu terjadi hanya waktu singkat, ini menjadi tugas dimana rasulullah melakukan perubahan yang fundamendal,” ujarnya.

Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim memberikan sambutan

Ditambahkannya, Nahdaltul Ulama sejatinya juga merupakan gerakan perkumpulan dari para guru. Hadratus syaik Hasyim Asyari sebagai pendiri NU menyadari bahwa walaupun dirinya memiliki keluasan ilmu, tapi untuk melakukan perbaikan masyarakat tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan bersama-sama, terintegrasi dan berjamaah sehingga lahirlah NU.

Baca juga  Pemerintah Umumkan Logo HUT ke-81 RI

Masih kata KH Ma’ruf Amin. Ada dua tantangan para guru ke depan. Yakni menjaga umat, menjaga dari akhlak yang buruk, supaya tidak bermuamalah yang menyimpang dari syariah. Tantangan yang kedua adalah memberdayakan umat.

“Jangan sampai anak-anak kita rusak. Ini banyak yang menyimpang, cara berfirkir yang menyimpang, termasuk tadi LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender), itu kan (LGBT) perilaku menyimpang. Ini tugas kita bagaimana membangun masyarakat yang melalui cara mendidik dan mencegah jangan sampai itu memperoleh legitimasi dari undang-undang,” tukas KH Ma’ruf Amin.

KH Ma’ruf Amin juga memotivasi para guru agar terus melakukan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Guru harus terus melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik, secara terus menerus, berkesinambungan dan berkelanjutan.

“Saya kira guru tidak boleh statis, kita terus menggali membuat inovasi baru. Selamat kepada pengurus (Pergunu) baru, selamat berjuang, tugas kita ke depan tambah berat, untuk itu harus melakukan inovasi-inovasi baru mengatasi berbagai persoalan,” pungkasnya.

Baca juga  Prabowo Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Memilih Logo HUT Ke-81 RI
Wapres KH Ma’ruf Amin disambut Gus Barra Wakil Bupati Mojokerto

Sementara itu Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifudin Chalim mengatakan, Pergunu baru saja menggelar Kongres ke III pada 26-19 Mei 2022, yang kembali menetapkan dirinya sebagai ketua umum Pergunu periode 2022-2027. Menurut Kyai Asep yang juga pendiri dan pengasuh pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut, saat ini pengurus Pergunu sudah tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Ada 514 cabang di tingkat kabupaten dan 11 ribuan ranting Pergunu di tingkat kecamatan.

“Sekarang kita mengupayakan agar jumlah ranting Pergunu terus bertambah, tidak hanya ada di tingkat kecamatan saja tetapi juga tingkat desa. Insya Allah (nanti) 200 ribu ranting Pergunu,” ujarnya.

Dari kongres Pergunu itu, Kyai Asep memaparkan, selain membahas program kerja juga menelorkan beberapa rekomendasi. Diantaranya adalah menolak regulasi LGBT dan menolak draf RUU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) yang telah menghilangkan kata ‘Madrasah’.

“ini membuat luka banyak orang, yakni kaum muslimin, ini dua rekomendasi penting yang kami sampaikan ke pak wapres,” terangnya.

Kyai Asep juga mengucapkan selamat kepada pengurus pusat Pergunu yang terpilih dalam kongres ke III. Dirinya berharap dengan adanya Pergunu maka bangsa Indonesia ke depan akan lebih baik lagi.

Baca juga  Mendikdasmen Kenang Soeharto sebagai Pondasi Pendidikan Indonesia

Kyai Asep juga mengucapkan selamat kepada pengurus pusat Pergunu yang terpilih dalam kongres ke III. Dirinya berharap dengan adanya Pergunu maka bangsa Indonesia ke depan akan lebih baik lagi.

“Kita (pergunu) mengikhtiyarkan sekuat tenaga menjadikan Indonesia maju, Adil dan Makmur,” pungkas Kiai Asep.

Kegiatan sarasehan dan pengukuhan pengurus Pergunu tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra.

Gus Barra, sapaan akrab wakil bupati menyebut saat ini pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperhatikan kesejahteran guru. Salah satu dengan memberikan alokasi insentif kepada guru TPQ (taman Pendidikan Alquran) maupun guru madrasah.

“Insya Allah kita terus memperhatikan kesejahteran guru, saya kira baru tahun ini guru TPQ mendapatkan dana hibah, dan kita juga melakukan sharing insentif untuk guru madrasah diniyah, berimbang antara provinsi dan kabupaten,” pungkas Gus Barra. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *