Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hasil pemeriksaan terakhir dari kasus suspek Cacar Monyet atau monkeypox ke-10 di Indonesia yang dinyatakan negatif. Dengan demikian, hingga saat ini masih belum ditemukan kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia dan aman.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menambahkan, awalnya suspek ke sepuluh itu merupakan warga Jawa Tengah berusia 55 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri.
Warga tersebut sudah melalui pemeriksaan PCR di lanoratorium serta pemeriksaan lesi kulit.
“Betul sekali belum ada kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia,” kata dalam siaran pers yang dikutip Ahad (7/8).
Diketahui bahwa gejala klinis yang dialami sepuluh suspek sebelumnya mirip dengan gejala cacar monyet yang terjadi di beberapa negara lainnya. Di antaranya demam, timbul ruamh di kulit, hingga munculnya vesikel di bagian tangan dan kaki.
Maxi selanjutnya memastikan pihaknya akan tetap berupaya memperkuat upaya mitigasi seperti pemeriksaan di pintu masuk Indonesia. Ia sebelumnya juga enyatakan bakal memperkuat dan memperbanyak aktivitas surveilans pada kelompok gay di Indonesia. Surveilans akan dilakukan bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia.
Upaya mitigasi itu dilakukan lantaran laporan dari sejumlah negara, sebagian besar yang terinfeksi cacar monyet adalah pria gay.
“Pada komunitas saat ini sesuai data kasus yang paling banyak didunia pada kelompok gay, maka kami akan melakukan surveilans ketat pada kelompok ini bekerjasama dengan beberapa organisasi atau LSM,” tandasnya. Bg






