Dalam rangka melatih jiwa leadership, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya melaksanakan Outbound Class di PPLH Seloliman Kabupaten Mojokerto. Mengambil tema “Creating Student’s Leadership by Exploring Nature”, diharapkan bisa membina Karakter Kepemimpinan yang hebat dan tangguh di masa mendatang. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dan diikuti oleh 65 siswa-siswi kelas 5, Senin Selasa (7-6/2).
Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan, Outbound Class kali ini dilaksanakan dengan bermalam, selama 2 hari 1 malam dalam rangka memperkuat karakter Leadership kepada anak-anak. Karakter Leadership menjadi penting ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan mengambil tema “Creating Student’s Leadership by Exploring Nature”, diharapkan untuk menyiapkan generasi emas.
“Yang mempunyai karakter kepemimpinan yang hebat dan tangguh di masa mendatang,” tuturnya. Ustadzah Norma menjelaskan, dalam Islam, kita mempunyai kewajiban untuk menyiapkan generasi yang hebat di masa datang sesuai perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 9, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَا فُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9).
“Menyiapkan generasi yang hebat, artinya generasi yang kuat aqidahnya, ahli ibadah, akhlaknya mulia, cerdas dan luas pengetahuan, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan zamannya dengan mudah dengan petunjuk Allah SWT,” tegas Ustadzah Norma yang juga aktif di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surabaya.

Ustadzah Dewi Suwaibah, S.Pd Wali kelas 5 Filantropi sekaligus koordinator kelas 5 menyampaikan, alhamdulillah, outbound class kali sangat luar biasa, padat kegiatan dan full pengalaman yang didapatkan oleh anak-anak. Selama 2 hari di PPLH Seloliman Kabupaten Mojokerto, anak-anak sangat antusias mengikuti hingga akhir dengan penuh riang gembira.
“Kegiatan dikemas dengan sangat menarik dan menyenangkan oleh pemandu PPLH Seloliman, sehingga anak-anak tidak mudah bosan,” ujarnya.
Ustadzah Dewi menjelaskan berbagai kegiatan sudah kami agendakan dengan baik, supaya tujuan kegiatan bisa tercapai, yaitu: Pertama, Observasi lingkungan. Mengajarkan tentang bagaimana anak-anak untuk selalu berta’aruf/saling kenal mengenal dengan siapapun, dimanapun berada. Mulai mengenal orang-orang dan lingkungan yang baru di datangi, supaya kita muda beradaptasi. Kedua, Capacity building. Mengembangkan kemampuan diri dan kelompok melalui berbagai macam game. Mulai dari game yang melatih kemandirian, keberanian, kerjasama, kekompakan, dan kepemimpinan, semua didapatkan oleh anak-anak. Ada game ambil bola, hand ball, Flaying fox dll. Ketiga, Refleksi game. Dalam memontum ini, anak-anak diajak untuk memahami setiap kegiatan yang sudah dilakukan. Jadi, anak-anak mengetahui dengan baik dari setiap kegiatan yang dilakukan. Mereka diajak untuk mengevaluasi dan mengapresiasi pada keberhasilan yang telah didapat oleh kelompok. Keempat, Jelajah malam. Ini adalah momen yang sangat menarik, dalam rangka melatih keberanian, menguji keimanan, kekompakan dan kemampuan seorang leader dibutuhkan untuk memimpin dan meyakinkan anggotanya untuk melangkah secara pasti, terukur dan berani. Sebab mereka berjalan ditempat yang gelap, menyusuri jalur yang telah disiapkan secara berkelompok. Kelima, Senam pagi. Menjadi pemimpin yang hebat diperlukan jiwa dan badan yang sehat, sebab pemimpin disamping mengurus dirinya, keluarga dan juga orang lain. Keenam, Jelajah alam dan sungai. Belajar tentang bagaimana mentadabburi alam ciptaannya Allah SWT dengan game yang menyenangkan.
“Anak-anak diharapkan mempunyai karakter cinta Allah SWT, cinta makhluk ciptaanNya, pelestari lingkungan, sebagai bentuk pengamalan bintang karakter pertama; Cinta Allah SWT dan Segenap CiptaanNya,” tutupnya.






