KBTK Al Falah Surabaya menggelar rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Pahlawan. Seperti pagi ini, Kamis (14/11), pihak sekolah menggelar Special Day Surabaya, Gebyar Tari Remo. Ada 172 siswa siswi KBTK Al Falah mengenakan baju batik yang abtusias mengikutinya.
Keseruan Gebyar Tari Remo ini diikuti seluruh siswa dan gurunya. Ini dalam rangka mengenal dan mengajarkan ke siswa mencintai budaya di Surabaya. Tak hanya Tari Remo saja, siswa juga dikenalkan sejarah Surabaya beserta tempat bersejarahnya. Yang nampak diperagakan kala itu mulai dari Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, Kebun Binatang Surabaya, Hotel Majapahit yang dulunya Hotel Yamato dan lainnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan jajan khas Pasar Surabaya. Mulai dari Klanting, Klepon dan es Dawet. Para siswa membawa uang Rp 5 ribu untuk dibelikan jajanan kue tersebut.
Guru KBTK Al Falah Surabaya, Ustazah Sahada Sri Winarti menjelaskan bahwa kegiatan ini bermula dari kegelisahan melihat generasi muda yang kurang mengenal dengan budaya Surabaya. Dengan tema Surabaya Kotaku, maka sekolah ingin menanamkan sejak dini dan mengenalkan ke siswa budaya Surabaya.
“Ada Tari Temo, Jula Juli oleh ustazahnya., kemudian ada jajanan khas Suroboyo,” ungkapnya.
Menurut Ustazah Sahada, minimal generasi Surabaya ini harus kenal budayanya. Hingga akhirnya generasi Surabaya ini mau mencintai dan melestarikan. “Seperti anak anak diajari Tari Remo oleh Kakak Dafin. Orang tuanya juga mendukung. Mulai penyiapan selendangnya, kemudian ustazahnya nyiapkan kerincingnya jadi tinggal praktik saja,” ujarnya.
Selain itu, pengenalan kuliner khas Surabaya ini bertujuan agar anak-anak menghindari junkfood. Dan akhirnya mereka mengenal klepon, dan makanan bergizi. “Ini bagian dari memberi nutrisi sehat dari makanan tradisional,” jelasnya.
Adrian Dafi, siswa SD yang memandu Tari Temo mengaku sangat senang bisa membagikan gerakan tarinya ke adik adik KBTK Al Falah. “Ini tadi ngajari gerakan Tari Remo Gagak Anyar,” ucapnya.
Menurut Dafi, Tari Remo memiliki sejarah dalam penyambutan tamu kehormatan. “Seneng banget bisa ngajari. Dan saya berharap bisa turut melestarikan Tari Remo,” ungkapnya. (Bagus)






