Libur Nataru Berakhir, Total 29.978 Penumpang KA di Daop 8 Surabaya

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan berdasarkan data pada Ahad (5/1), pukul 10.00 wib, tercatat sebanyak 17.553 pelanggan yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 8 Surabaya. Sedangkan, tercatat 12.425 pelanggan yang turun di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

Sementara itu berdasarkan data sementara pada masa angkutan Nataru 2024/2025, mulai 19 Desember 2024 s.d 5 Januari 2025, tercatat sebanyak 387.049 pelanggan yang berangkat dari stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, dan 364.131 pelanggan yang turun di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

Diterangkannya, bahwa akhir pekan ini diperkirakan kepadatan pelanggan masih akan terjadi di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, khususnya pelanggan yang didominasi dengan keluarga yang akan memulai aktifitasnya sehari-hari setelah menikmati libur Nataru 2024/2025.

Baca juga  Pemerintah Umumkan Logo HUT ke-81 RI

“Data pelanggan yang berangkat hari ini akan terus bertambah, karena penjualan tiket KA masih berlangsung,” terangnya.

Adapun stasiun keberangkatan di Daop 8 Surabaya paling favorit pada 19 Desember 2024 s.d 5 Januari 2025 yakni :

Stasiun Surabaya Pasarturi
Naik : 5.833
Turun : 3.921

Stasiun Surabaya Gubeng
Naik : 4.066
Turun : 4.474

Stasiun Malang
Naik : 2.617
Turun : 1.182

Luqman Arif menambahkan, bahwa KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 54 KA jarak jauh selama masa libur Nataru 2024/2025 atau mulai 19 Desember 2024 s/d 5 Januari 2025. Terdiri dari 46 KA jarak jauh reguler, 6 KA jarak jauh tambahan, dan 2 KA lokal komersial tambahan, dengan kapasitas 30.582 tempat duduk setiap harinya.

Baca juga  Kemhan Klarifikasi Kenapa Calon Pengelola Kopdes Diberi Pelatihan Militer

KAI mengimbau bagi masyarakat yang akan menggunakan KA untuk mengakhiri libur Nataru 2024/2025, agar segera melakukan pemesanan tiket sehingga dapat memilih jadwal perjalanan KA yang diinginkan.

“Namun, apabila jadwal KA yang diinginkan tidak tersedia, dapat menggunakan fitur aplikasi Access by KAI, yang akan mengkombinasikan jadwal perjalanan KA bersifat persambungan,” pungkas Luqman Arif. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *