Polri Sebut Pengelola Judol Jaringan China-Kamboja Raup Untung Rp20 M

Bareskrim Polri menyebut pengelola judi online jaringan China dan Kamboja yang berada di Bogor, Bekasi, dan Tangerang mampu meraup untung hingga Rp20 Miliar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan keuntungan itu didapat selama beroperasi kurang lebih 10 bulan.

“Keuntungan yang didapat pengelola server marketing judi online di masing-masing lokasi penangkapan (Bogor, Bekasi, Tanggerang) sekitar Rp15-20 Miliar dalam jangka waktu kurang lebih 10 bulan,” kata Djuhandhani dalam keterangannya, Ahad (20/7).

Djuhandhani menyebut dalam menjalankan aksinya pengelola server dibantu oleh para operator yang digaji jutaan rupiah tiap bulannya.

“Pengelola server marketing judi online dibantu oleh operator-operator yang digaji Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan,” ucap dia.

Baca juga  Mantan Kepala dan Wakil BGN Ditahan Kejagung

Konferensi pers ini dilakukan usai Dittipidum Bareskrim Polri menggerebek markas judi online jaringan China dan Kamboja yang berada di Bogor, Bekasi, dan Tangerang kemarin.

Ketiga lokasi yang digeledah berlokasi di perumahan Cibubur Country, Bogor, Jawa Barat; dua rumah di Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat; serta perumahan Villa Tangerang Regensi Baru, Banten.

“Situs judi online yang dikendalikan tersangka memiliki server yang berada di China dan Kamboja. Di mana domain yang digunakan para tersangka di Indonesia adalah Akasia899 dan Tanjung 899,” kata Djuhandhani sebelumnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *