BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mencatat, hingga Selasa (16/9) total 18 orang tewas akibat banjir di wilayah Bali. Empat orang masih dalam pencarian.
“Korban meninggal dunia tercatat 18 orang, dengan 12 di antaranya di Kota Denpasar, tiga di Kabupaten Gianyar, dua di Kabupaten Jembrana, dan satu di Kabupaten Badung,” kata Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/9).
Suryawan mengatakan ada 521 titik banjir, di antaranya 279 titik di Kabupaten Karangasem, 81 titik di Kota Denpasar, 63 titik di Kabupaten Jembrana, 56 titik di Kabupaten Badung, 28 titik di Kabupaten Tabanan, 14 titik di Kabupaten Gianyar.
Sementara untuk tanah longsor terjadi di 95 titik yaitu 44 titik di Kabupaten Tabanan, 27 titik di Kabupaten Karangasem, 13 titik di Kabupaten Badung, lima titik di Kabupaten Gianyar, tiga titik di Kabupaten Jembrana, dua titik di Kabupaten Klungkung, satu titik di Kabupaten Bangli.
“Selanjutnya kejadian pohon tumbang ada di 51 titik yaitu, 17 titik di Kabupaten Tabanan, 15 titik di Kabupaten Karangasem, tujuh titik di Kabupaten Badung, lima titik di Kabupaten Klungkung, empat titik di Kabupaten Bangli, dua titik di Kabupaten Gianyar, satu titik di Kabupaten Jembrana,” katanya. (Bg)






