Polrestabes Medan mengungkap motif kasus pembunuhan yang diduga dilakukan siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) berinisial A terhadap ibu kandungnya sendiri.
Pembunuhan itu dilakukan A karena sikap ibunya yang sering mengancam kakak dan ayahnya menggunakan pisau.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menjelaskan, tindakan tersebut dipicu oleh perlakuan korban yang kerap melakukan kekerasan dan ancaman terhadap anggota keluarga. Korban disebut sering mengancam suami dan dua anaknya menggunakan pisau.
“Timeline persiapannya bahwa perlakuan korban terhadap kakak adik ayah pernah mengancam ketiganya dengan pisau,” ujar Calvijn Simanjuntak di Polrestabes Medan, Senin (29/12)
Menurut Calvijn dari pemeriksaan penyidik, bahwa kakak dan A sering dipukuli dengan menggunakan sapu dan tali pinggang. Bahkan tak jarang A juga dicubit oleh korban. Tindakan korban memicu amarah A.
“Kakak sering dimarahi dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Adik sering dimarahi dan dicubit,” jelasnya.
Bahkan, tambah Calvijn , A telah lama menyimpan amarah akibat perlakuan tersebut. Calvijn menyebutkan, sempat terlintas di benak A untuk melukai ibunya, namun tidak menemukan kesempatan.
Calvijn juga mengatakan A selama ini sakit hati dengan tindakan ibu kandungnya yang menghapus game online di ponselnya.
“Jadi anak atau si adik sakit hati karena game online-nya dihapus,” kata Calvijn.
Menurut Calvijn selama ini A kerap bermain game online Murder Mystery dan menonton serial Anime DC. Namun belakangan ibu kandungnya menghapus game online dan serial anime tersebut.
“Dari situlah si A termotivasi. Adik melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Dia juga menonton serial Anime Detektif Conan episode 271 pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau. Makanya A menggunakan pisau melakukan tindak pidananya,” paparnya. (Bg)






