Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi membuka Pameran Sekolah Islam Favorit yang digagas oleh Majalah Nurani di Atrium Royal Plaza Surabaya, Rabu (14/1/2026). Pameran edukasi ini akan menjadi pusat referensi pendidikan Islam hingga Ahad, 18 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan dukungannya terhadap lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur. Ia berharap sekolah-sekolah Islam mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional.
“Kami ingin Jawa Timur terus menjadi barometer pendidikan nasional. Berbagai kejuaraan telah kita raih, oleh sebab itu kami berharap para pimpinan lembaga pendidikan Islam turut mewujudkan visi ini. Sekolah Islam harus menjadi referensi utama bagi Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Aries.
Ia juga menambahkan bahwa label ‘Islam’ saja tidak cukup untuk bersaing di era global. “Harapan masyarakat sangat tinggi. Sekolah Islam harus diakui sebagai lembaga yang berkualitas, baik secara akademis maupun manajemen, dengan mengintegrasikan nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan keterampilan hidup,” tegasnya.
Pameran awal tahun 2026 ini diikuti oleh 20 yayasan pendidikan dan pondok pesantren yang mencakup wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Mojokerto.
Direktur Majalah Nurani, Drs H Nur Cahya Hadi, menjelaskan bahwa agenda ini rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Oktober dan Februari.
“Kami memberikan wadah bagi calon wali murid untuk mencari sekolah yang sesuai dengan potensi putra-putrinya. Kalau sudah berkumpul di sini, orang tua tinggal memilih dan daftar. Ini lebih praktis,” tutur Nur Cahya Hadi.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah Islam didorong oleh kekhawatiran orang tua terhadap tantangan zaman saat ini.
“Insya Allah, sekolah Islam menjadi rujukan bagi calon wali murid yang resah dengan kondisi zaman sekarang. Di sini, mereka bisa menemukan lingkungan pendidikan yang menjaga moral sekaligus prestasi anak,” pungkasnya.
Pameran ini terbuka untuk umum dan akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas siswa dari sekolah-sekolah peserta selama lima hari ke depan. Bg






