Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Sumenep, KH. Abdul Wasid, terus mendorong Penyuluh Agama Islam Kemenag Sumenep untuk terus meningkatkan dan memperkuat layanan keagamaan di tengah-tengah masyarakat khususnya layanan via online. Kali ini, dorongan tersebut ditegaskan kepala Kemenag Sumenep, dalam acara rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sumenep, Rabu (4/2)
Acara yang ditempatkan di Kecamatan Ganding Sumenep ini, diikuti oleh Ratusan Penyuluh Agama Kabupaten Sumenep. Selain kepala Kemenag Sumenep, juga hadir dalam acara ini Kasi Penzawa, Sahnawi, Ketua IPARI Sumenep, Halili, wakil ketua IPARi, Ustad Hudaifah dan Kepala KUA Ganding, Imam Mukhlis.
“Layanan keagamaan ini perlu diperkuat. Tidak hanya layanan tatap muka, saat ini Penyuluh juga harus mengisi ruang-ruang online,” terang Abdul Wasid, saat memberikan pengarahan dalam acara tersebut.
Salah satu layanan keagamaan yang perlu diperkuat tersebut, lanjut Abdul Wasid, adalah layanan penguatan Manasik haji yang sangat dibutuhkan oleh para calon jamaah haji. Dalam hal ini, penguatan keagamaan via online sangat dibutuhkan untuk memudahkan masyarakat dalam pengembangan wawasan keagamaan.
“Saya rasa, Program IPARI seperti Program Asbajan dan Be Smart sudah bagus dan perlu ditingkatkan, sehingga setiap Penyuluh memiliki spesialisasi khusus untuk layanan masyarakat,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan Program tersebut, lanjut Abdul Wasid, tentunya Penyuluh Agama harus terus meningkatkan kemampuan dan skill sesuai dengan tugas-tugas pokok Penyuluh yang menjadi tanggungjawabnya.
“Terus kembangkan kemampuan dan skill, jangan merasa sudah sempurna. Sebab ketika kalian sudah merasa sempurna, maka disitulah sebenarnya kelemahan kalian,” tegas Abdul Wasid. KUR
Kepala Kemenag Sumenep: Penyuluh Harus Memperkuat Layanan Keagamaan Via Online






