Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al Sattari takziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Kamis (2/4/2026).
Dubes menyatakan putra-putri Indonesia yang syahid menjaga perdamaian adalah putra-putri Bangsa Palestina juga.
“Putra-putri Indonesia merupakan anak kami. Almarhum Insya Allah syahid di sisi Allah SWT, beliau adalah syahid perdamaian. Sebuah kehormatan karena almarhum wafat di perbatasan Palestina,” kata Abdulfattah, Kamis (2/4/2026).
Dubes Palestina tiba sekitar pukul 16.24 WIB didampingi sejumlah pejabat Kedutaan Besar Negara Palestina di Indonesia. Sekitar 10 mahasiswa asal Palestina yang mengenyam pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan). Kunjungan itu disambut langsung pihak keluarga.
Dubes Palestina untuk Indonesia itu mengucapkan turut berduka cita secara langsung kepada pihak keluarga hingga memberikan kenang-kenangan berupa syal Palestina kepada ayah Kapten Zulmi, Iskandar Rudi. Ia memyampaikan duka cita atas nama bangsa dan rakyat serta Presiden Palestina Mahmoud Abas.
“Atas nama Kedutaan Palestina atas nama bangsa Palestina atas nama Rakyat Palestina kami hadir siang hari ini menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum karena almarhum juga bagian dari keluarga kami,” kata Abdulfattah.
Kesedihan atas kehilangan Kapten Zulmi dan dua prajurit TNI lainnya yakni Praka Farizal Rhomadhon dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tak cuma jadi duka keluarga dan Bangsa Indonesia, namun juga menjadi kehilangan bagi Bangsa Palestina. Abdulfattah menguatkan hati keluarga jika Kapten Zulmi merupakan seorang syuhada perdamaian.
Abdulfattah menyebut Kedutaan Besar Negara Palestina mengecam keras serangan terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia.
Pihak yang bertanggung jawab disebut dalam surat sebagai ‘penjajah Israel’.”Para korban yang gugur merupakan tiga pahlawan mulia, yang menjadi kebanggaan Palestina dan seluruh masyarakat merdeka di dunia,” kata Abdulfattah.
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, sebelumnya juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga tentara Indonesia di Lebanon Selatan. Mereka menyampaikan penghormatan terhadap “pengorbanan mulia” para prajurit dalam menjaga perdamaian di Lebanon.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kepemimpinan Gerakan Hamas, Muhammad Darwish dalam pernyataan yang dilansir semalam. Ia menyampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, serta pemerintah dan rakyat Indonesia, ungkapan belasungkawa yang tulus dan simpati yang mendalam atas gugurnya “tiga tentara pemberani serta luka-lukanya sejumlah lainnya, akibat dua serangan keji saat mereka menjalankan tugas dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon Selatan.”
“Kami mengenang dengan penuh penghargaan dan penghormatan apa yang telah dipersembahkan oleh para syuhada ini berupa pengorbanan mulia demi menjaga keamanan dan perdamaian internasional,” ujar Darwish dalam pernyataan yang diterima Republika.
Menurutnya pengorbanan mereka mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan dan memperkuat stabilitas di kawasan dan dunia.
Ia juga menyatakan kecaman keras terhadap serangan pengecut ini yang menargetkan para tentara yang sedang menjalankan tugas dalam pasukan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hama menegaskan pentingnya dilakukan penyelidikan segera untuk mengetahui kronologi kejadian dan meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab.
“(Pihak) yang tampaknya terus melakukan serangan-serangan semacam ini, melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta meremehkan piagam dan norma internasional.” (Ym)






