87 Calon Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Mutasi Keluar Karena Sakit

Operasional pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya hingga hari ke-18 terpantau tertib dan lancar. Meski demikian, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 87 calon jemaah haji mengalami mutasi keluar dari daftar keberangkatan karena berbagai faktor.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, merinci bahwa mutasi tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan, kehamilan, hingga pendamping yang batal berangkat. “Rinciannya meliputi 1 jemaah sakit di daerah, 17 jemaah sakit di RS Haji, 23 jemaah tunda keberangkatan, 15 kursi praman kosong, 19 perpindahan kloter, serta faktor lainnya seperti kehamilan dan pendamping,” ujar Anam, Sabtu (9/5).

Baca juga  PPIH Pastikan Fasilitas Cuci dan Jemur Pakaian Jemaah Haji di Makkah

Hingga 8 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 23.519 jemaah dan petugas, atau sekitar 53 persen dari total kuota musim haji 1447 H/2026 M yang mencapai 44.080 orang. Seluruh 61 kloter perdana tercatat berangkat dengan tingkat ketepatan waktu (on time performance) mencapai 100 persen.

Untuk meminimalisir kursi kosong akibat mutasi keluar, PPIH telah mengisi kembali 46 kursi melalui mekanisme mutasi masuk dan pengalihan kloter. Saat ini, sisa kursi kosong (open seat) berhasil ditekan menjadi 41 kursi.

Di sisi lain, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya tiga jemaah di Tanah Suci. Ketiganya adalah Kamariyah Dul Tayib (Kloter 8), Abd. Wachid (Kloter 7), dan Fajar Puja Sasmita (Kloter 11). “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga para jemaah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas Anam. Bg

Baca juga  Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Bupati Mojokerto Doakan Mabrur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *