Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan fitur kurban dan pembayaran dam haji pada aplikasi BSI untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban dan pembayaran dam haji.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan kurban agar semakin mudah diakses masyarakat luas melalui platform digital.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan kurban dan pembayaran dam yang aman, transparan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beribadah. Digitalisasi ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” katanya, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sodik juga menyampaikan bahwa tahun ini Baznas mengusung kampanye “Kurban Berkah Berdayakan Desa” dengan melibatkan peternak binaan di berbagai wilayah Indonesia sebagai penyedia hewan kurban.
Program tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat menunaikan ibadah kurban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan peternak lokal dan penguatan rantai ekonomi umat.
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan pihaknya terus dikembangkan sebagai aplikasi super finansial, sosial, dan spiritual yang mampu menghadirkan kemudahan layanan syariah bagi masyarakat.
“Melalui fitur ini, nasabah dapat melakukan pembayaran dam haji dan kurban dengan lebih praktis, cepat, dan transparan. Nasabah juga dapat memantau prosesnya mulai dari pemilihan hewan hingga penyalurannya,” ujarnya.
Anggoro optimistis kolaborasi BSI dan Baznas akan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkurban dan memperkuat literasi keuangan sosial syariah di Indonesia.
Direktur Bina Jemaah Haji Reguler, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) M. Afief Mundzir menyampaikan bahwa transformasi digital yang dilakukan merupakan langkah strategis untuk memudahkan masyarakat menunaikan kurban dan dam sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
“Kita (Indonesia) punya potensi besar yang saat ini mungkin belum tergarap secara baik dan saat inilah kemudian menjadi titik awal dan titik tonggak bersama untuk menuju peradaban besar di Republik ini melalui sektor filantropi bersama dengan Baznas dan BSI,” ucapnya.
Afief menjelaskan Pemerintah RI telah memberikan pilihan kepada jamaah haji terkait pelaksanaan dam, baik dilakukan di Arab Saudi maupun di Indonesia.
“Untuk dam yang dilaksanakan di tanah air, penyalurannya akan dikelola bersama Baznas dan BSI agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ucap Afief Mundzir. (Ym)






