Panitia Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan agenda organisasi yang akan mempertemukan pengurus dan ulama NU dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20-23 Juni 2026. Pembukaan akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, H Saifullah Yusuf, mengatakan rangkaian kegiatan akan dimulai pada 20 Juni dan berakhir pada 23 Juni mendatang. Adapun lokasi penutupan masih dalam pembahasan dan belum diputuskan secara resmi.
“Munas dan Konferensi Besar sendiri akan dimulai tanggal 20 Juni dan berakhir pada 23 Juni, insyaallah. Pembukaannya di Pondok Pesantren Ploso. Sementara penutupannya, insyaallah direncanakan di Bangkalan, Madura. Namun, ini masih berupa rencana dan belum menjadi keputusan,” ujarnya di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Gus Ipul, panitia saat ini terus melakukan konsolidasi guna memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah dipersiapkan dengan baik.
Berbagai unsur kepengurusan NU di tingkat pusat maupun daerah akan dilibatkan dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
“Panitia terus melakukan konsolidasi. Minggu depan kami akan menggelar rapat lengkap di Pondok Pesantren Ploso, baik dari jajaran PBNU, PWNU, maupun PCNU setempat. Ini untuk memastikan seluruh perencanaan sudah tuntas dan semuanya siap menyambut kehadiran para peserta Munas dan Konferensi Besar,” katanya.
Selain mempersiapkan aspek teknis pelaksanaan, panitia juga berencana mengundang Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri penutupan Munas dan Konbes NU 2026. Rencana tersebut mengikuti tradisi penyelenggaraan Munas dan Konbes pada periode-periode sebelumnya yang turut dihadiri kepala negara. Meski demikian, kepastian kehadiran presiden masih menunggu penyesuaian agenda dan kesediaan dari pihak terkait.
“Kalau melihat Munas dan Konbes sebelumnya, kita memang selalu mengundang presiden. Waktunya tentu menyesuaikan dengan kesediaan dan agenda yang dimiliki presiden,” ujar Gus ipul.
Munas dan Konbes NU 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 500 peserta dan peninjau dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain membahas berbagai isu keagamaan dan keorganisasian, agenda tersebut juga menjadi momentum konsolidasi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran jam’iyah dan jamaah di tengah berbagai tantangan kebangsaan dan peradaban yang terus berkembang. (Ym)






