Hapus Stigma Buruk Ospek, Kemendikdasmen Luncurkan MPLS Ramah 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Langkah ini diambil untuk mengubah paradigma lama masa orientasi yang kerap diwarnai dengan aksi perpeloncoan.

Gerakan ini mengusung empat pesan utama, yaitu Ramah, Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama semata. Pihaknya menginginkan adanya transformasi mendasar dalam cara sekolah menyambut para peserta didik baru.

“Tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpeloncoan, dan yang kurang bermakna, menjadi MPLS penuh kasih sayang, memulaikan, dan budaya damai,” tutur Mendikdasmen dalam Webinar Solusi MPLS Ramah Tahun 2026 yang disiarkan secara daring, Senin (22/6/2026).

Baca juga  Unair Tembus Peringkat 276 Dunia, Raih Posisi 3 Terbaik di RI Versi QS WUR 2027

Menteri Mu’ti juga menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan orientasi harus bersih dari unsur kekerasan, pungutan liar, maupun aktivitas lain yang tidak bersifat edukatif. Kegiatan yang diselenggarakan tidak boleh membebani para siswa maupun orang tua murid.

“Seluruh rangkaian kegiatan wajib dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan agar setiap anak memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang aman dan nyaman,” ucapnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) diminta ikut mengawasi secara ketat implementasi kebijakan ini di lapangan. Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan program pengenalan ini tidak diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari rasa aman yang dirasakan oleh anak-anak.

“Tapi dari bagaimana setiap anak merasa diterima, merasa aman, dan merasa nyaman berada di sekolah,” papar Menteri Mu’ti lagi.

Baca juga  Kemendikdasmen Tinjau Kelas Olimpiade Nasional di Sekolah Muhammadiyah Lamongan

Kondisi ideal tercapai saat siswa pulang dengan cerita menyenangkan mengenai lingkungan barunya. Hal tersebut dinilai mampu memicu motivasi belajar anak untuk keesokan harinya.

“Mari kita jadikan hari pertama sekolah sebagai hari baru yang aman dan nyaman di sekolah, tempat setiap anak disambut dengan hangat, belajar dengan gembira, bertumbuh dengan percaya diri, dan melangkah lebih dekat untuk meraih cita-citanya. Inilah semangat yang kita bangun melalui MPLS Ramah 2026,” imbuhnya.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto memaparkan bahwa metode penyambutan harus diselaraskan dengan fase perkembangan usia anak. Siswa tingkat TK atau PAUD difokuskan pada aktivitas bermain dan eksplorasi lingkungan.

Baca juga  Mendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp 40,75 T, Prioritaskan Revitalisasi Sekolah

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), materi diarahkan pada pembentukan karakter serta pembiasaan perilaku positif. Sementara pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memasuki usia remaja, fokusnya adalah membangun kepercayaan diri dan hubungan pertemanan yang sehat.

“SMA dan SMK perlu menyesuaikan juga dengan psikologi dan perkembangan anak-anak,” paparnya.

Gogot menambahkan bahwa program pengenalan lingkungan ini juga krusial bagi para orang tua. Kegiatan ini berfungsi membangun keyakinan bahwa anak mereka berada di institusi yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Di sinilah kemitraan antara sekolah dan keluarga harus dibangun bersama-sama,” pesannya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *