Press "Enter" to skip to content

Waspadai fitnah Saat Kampanye

Saat proses kampanye pasangan calon kepala daerah, kerap terjadi kampanye hitam. Kampanye hitam ini digunakan untuk menjatuhkan lawan pasangannya. Mulai dari foto yang disebar di media sosial, spanduk, atau soal suku, agama, ras dan antar golongan. Kampanye hitam ini sama dengan fitnah.

HARUS BERAKHLAK

Sekjen MUI Anwar Abbas mengakui jika praktik kampanye hitam (black campaign) di Indonesia masih ada. Untuk itu, masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan adanya kampanye hitam. Yang lebih penting lagi, dalam berkampanye, maka yang disampaikan haruslah berakhlak, bermoral dan beretika.

“Kampanye hitam ini kan fitnah,” tutur dia kepada majalahnurani.com

Dari pengamatannya, kampanye hitam dalam pemilihan kepala daerah digunakan untuk mencela, manjatuhkan nama calon di mata masyarakat. Dan yang paling sering disinggung yakni soal SARA. Menurut Anwar, SARA tidak boleh digunakan untuk kampanye yang tujuannya mencela atau memfitnah calon lainnya.

“Memfitnah soal agama atau lainnya, yang itu tidak berdasarkan fakta. Ini diharamkan,” sambungnya.

HARUS WASPADA

Sekjen Dewan Masjid Indonesia, Imam Ad-Daruquthni,  mengaku prihatin dengan adanya kampanye hitam ketika menjelang pemilihan kepala daerah. Menurut dia, kampanye hitam sangat meresahkan.

“Tentu ini sangat meresahkan ketika adanya kampanye hitam yang tidak berdasarkan fakta,” ungkapnya.

Dari pengamatannya, yang paling sering dijadikan bahan kampanye hitam yakni persoalan sara. Misalkan pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan fitnah yang muatannya soal agama. memprihatinkannya lagi, kampanye hitam ternyata tak hanya dilakukan orang yang biasa saja, melainkan juga orang terhormat.

“Itu kan tidak hanya menghina orangnya saja, melainkan juga menghina agama. Terlebih melihat banyaknya kampanye hitam yang saat ini beredar dan termasuk sara. Ini sama saja dengan fitnah. Fitnah itu predikatnya lebih besar dan lebih kejam daripada pembunuhan,” tegasnya.

Untuk itu, Imam menyarankan agar  masyarakat Indonesia  waspada terhadap bermunculannya kampanye hitam. Menurut Imam, kampanye hitam dilakukan untuk menyerang pasangan calon dengan tujuan agar pihak yang menyerang, kredibilitasnya naik di mata masyarakat.

“Bukannya saling menghormati dan menghargai atau menjunjung tinggi budaya,  malah membuat fitnah dan menyebarkannya,” keluh Imam. 01/Bagus

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *