by

Wantimpres KH Yahya Serukan agar Umat Tak Saling Fitnah

Dewan Pertimbangan Presiden KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa jangan sampai umat Islam saling mencaci, memfitnah menjelang pemilihan presiden.

“Apapun yang terjadi di pilpres nanti belum tentu kiamat. Jadi tidak usah ngotot-ngotot, kalau mau pilih ya pilih saja. Jangan saling mencaci memfitnah,” ujar KH Yahya yang juga Khatib Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) kepada majalahnurani.com saat menggelar konferensi pers pengajian umum Gebyar Muharram MWC NU Gubeng Surabaya, Ahad (23/9/2018) malam.

BUKAN ORGANISASI POLITIK

Selain itu, sebagai khatib, KH Yahya menegaskan, NU bukanlah organisasi politik. Sehingga tidak akan ada Surat Keputusan (SK) dari PBNU, atau surat jalan PBNU ke cabang-cabang untuk mendukung salah satu calon di pilpres nanti.

Baca juga  Umrah Dibuka, Penerbangan Dari Indonesia Masih Ditangguhkan

“Karena NU bukan organisasi politik. Dan jika saya pribadi ditanya dukung siapa. Sudah pasti akan dukung kiai, guru saya,” imbuhnya.

MEDIA KONSOLIDASI

Disinggung soal apakah pengajian umum itu bagian dari edukasi ke masyarakat di tahun politik, menurut KH Yahya pengajian merupakan tradisi di Islam Nusantara.

Di mana setiap bulan Muharrom sampek Dzulhijah. Pengajian menjadi sebuah tradisi di masyarakat.

“Pengajian semacam ini sebagai media konsolidasi sosial. Yang fungsinya adalah memperkuat tradisi di masyarakat, kerukunan di masyarakat. Supaya masyarakat ini mendapatkan inspirasi, arah bagaimana Islam yang benar. Dengan begitu, masyarakat juga bisa memperjuangkan agama Islam bersama-sama,” sambungnya tandas dia. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed