by

Amerika dan Singapura Bantu Cari Kotak Hitam Lion

Singapura dan Amerika membantu pencarian kotak hitam Lion Air. Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan Airnav telah menyerahkan data mengenai lokasi perkiraan alat perekam data penerbangan dan percakapan pesawat terbang itu. “Kami sudah menyisir areanya saja di titik koordinat perkiraan. Kami dapat data dari Airnav, baru area saja,” kata dia saat konferensi pers di Gedung KNKT, Jakarta, Selasa (30/10).
Untuk menyisir area yang diperkirakan memiliki radius dua kilometer itu, KNKT mendapat bantuan peralatan dari Singapura. Haryo mengatakan, alat bernama hydrophone itu dapat digunakan untuk menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

BANYAK BANTUAN
Singapura bukan satu-satunya negara yang menawarkan bantuan untuk mencari kotak hitam. Haryo menyebutkan negara lain yang menawarkan bantuan, yakni Amerika Serikat, Argentina, Malaysia, dan Arab Saudi.
Tawaran masuk melalui komite keamanan transportasi negara-negara tersebut seperti Amerika Serikat National Tranportation Safety Bureau (NTSB), Argentina Junta de Investigation de Accidentes de Aviation Civil (JIAAC), dan Malaysia Air Accident Investigation Bureau (AAIB). “Ini masih dalam proses. Bagaimanapun kerja sama ini harus mendapat restu dari Kemenlu,” kata dia saat konferensi pers di Gedung KNKT, Jakarta, Selasa (30/10).
Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Soerjo Wibowo mengatakan tim dari Amerika Serikat (AS) direncanakan datang pada Rabu (31/10) besok. Mereka datang bersama bersama teknisi dari Boeing. “Teknisi Boeing, pabrik pesawat ini, juga pihak-pihak terkait yang akan datang kira-kira hari Rabu,” kata Ony.

Baca juga  Inovasi Baru, Polrestabes Surabaya Luncurkan Mobil Vaksin Presisi Keliling

KOTAK HITAM
MASIH MISTERI
Pencarian black box atau kotak hitam rekaman komunikasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat masih belum menemui titik terang.
“Kami masih mencari khususnya badan utama pesawat dan black box. Sejak pukul 10.30 WIB telah menggunakan multibeam echo sounder somar tetapi belum melihat sesuatu yang besar di dalam air,” kata Kepala Badan SAR Nasional M Syaugi di Jakarta, Selasa (30/10).
Dia mengatakan alat tersebut mempunyai daya jangkau yang luas, sehingga jika telah terdeteksi adanya badan pesawat maka para penyelam akan segera ke bawah. Pada hari pertama pencarian dilakukan lima mil laut dari titik hilang, pada hari kedua pencarian diperluas lagi lima mil laut.
Dia mengatakan pencarian di hari ke dua tidak mengalami kendala, hanya saja arus laut bergerak ke arah selatan dan barat daya. “Kami akan terus melakukan pencariam sampai malam, kalau tidak ketemu maka area pencaran akan diperluas lagi,” kata dia. nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed