Bismillah…
Saudaraku, saat ujian datang sebenarnya Allah sedang merindukan kita. Allah ingin kita mendekat kepadaNya. Allah ingin kita bersujud dan menangis kepadaNya. Wabah corona ini adalah surat cinta dari Allah kepada kita semua. Sekarang tergantung bagaimana kita menyikapi surat cinta tersebut.
Kalau kita memahami betapa rindunya Allah pada kita, tentu di tengah ujian ini kita akan semakin mendekat kepadaNya. Karena kalau kita ingat dan mendekat kepadaNya, tentu Allah akan semakin ingat dan dekat dengan kita. Sebagaimana firmaNya dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 152: Fadzkuruuni adzkurkum, maka ingatlah kepadaKu, Akupun akan ingat kepadamu.
PEREDAM GELISAH
Tapi memang harus diakui bahwa setiap ujian atau musibah akan melahirkan ketakutan dan kegelisahan. Untuk meredam kegelisahan menjadi sebuah kenikmatan, mari kita simak kisah berikut ini.
Ada sepasang suami istri yang gelisah bukan main karena diuji Allah dengan anaknya yang hilang dan tidak pulang saat berperang bersama rasulullah.
Dia adalah sahabat Nabi yang bernama ’Auf bin Malik Al-Asyja’i. Dia dan istrinya sangat gelisah karena anaknya yang bernama Malik belum pulang dari perang. Padahal semua sahabat sudah pulang besams nabi.
” Suamiku, coba pergilah kepada Rasulullah, siapa tahu dia bisa memberi solusi,”ujar istri Auf.
Mengikuti saran istrinya, Auf pun datang menghadap Nabi. Di hadapan nabi diapun curhat tentang anaknya.
“Ya Rasulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia belum pulang, apa yang harus saya perbuat? Padahal seluruh pasukan sudah pulang.”
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda, “Ya Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’ Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah,”jawab nabi .
Mendapat solusi dari rasulullah, Auf pun pulang ke rumah. Melihat suaminya datang, istrinya bertanya kepada Auf, “Wahai suamiku apa yang diberikan oleh Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam?”
Auf menjawab, “Beliau mewasiatkan untukku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan ‘Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah,”ujar Auf.
Apa jawaban istri yang sholehah dan sabar ini?
“Ya, sungguh benar Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam” dan beliau selalu benar.”
LULUS UJIAN
Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dengan ‘Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah’.
Mereka sangat yakin bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali semuanya hanya milik Allah. Mereka berdua tetap sabar dan berdoa dengan dzikir yang sudah diajarkan nabi. Mereka berdua tidak berhenti berdzikir sampai datang waktu malam.
Sampai saat malam yang gelap tiba, seketika ada yang mengetuk pintu rumahnya. Auf kemudian menghentikan dzikirnya dan bergegas berdiri membuka pintu. Betapa kagetnya dia ketika melihat yang berdiri di depan pintu ternyata adalah anaknya Malik dengan membawa banyak sekali domba sebagai ghonimah (harta rampasan perang).
PERTOLONGAN ALLAH
Maka Auf pun bertanya: “Apa ini Malik?”
Malik menjawab, ”Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena kuatnya ikatan di kedua tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas. Maka saya bisa datang sekarang dengan kambing-kambing ghonimah ini.”
Maka Auf berkata, “Wahai anakku bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali? Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?”
Malik menjawab, “Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya.”
Subhanallahi al ‘adzim
Maka Auf mendatangi Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam untuk memberi kabar kepada beliau tentang kedatangan anaknya Malik.
Tapi sebelum Auf memberi kabar beliau, Rasulullah saw mengatakan kepada Auf: “Wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:
“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaq:2-3)
KESIMPULAN
Kawan, wabah corona yang sedang terjadi adalah bentuk ujian Allah untuk mencari siapa yang terbaik dari hamba hambanya. Maka pada saat ujian datang, alanglah baiknya kalau kita mengikuti sunah Rasulullah.
1. Perbanyak berdzikir ‘Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah’. Karena semua yang terjadi atas kuasa Allah.
2. Ujian ini adalah surat cinta dari Allah, mari kita sambut dengan banyak berdzikir dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah.
3. Setiap ketaatan, kesabaran dan ketaqwaan kepada Allah akan mendatangkan kemudahan serta jalan keluar terbaik. Dan setiap kemaksiatan akan mendatangkan kesulitan dan kegelisahan tiada akhir. Berhenti maksiat, kesampingkan handphone, perbanyak ibadah dan baca alquran, Insya Allah hidup kita akan menjadi berkah.
Semoga bemanfaat….. (Nur Cahya Hadi, direktur majalahnurani.com)












