Oleh
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia
Saudaraku, kebanyakan manusia mengagungkan dunia dengan segala kemegahannya. Ingin hidup kaya raya, jabatan tinggi dan harta melimpah. Dengan kekayaan yang didapat, maka kebanyakan orang berharap hidup akan menjadi tenang dan bisa menggapai akhirat karena bisa bersedekah, membantu yatim piatu, fakir miskin dan jariyah ke masjid.
Tetapi tidak demikian dengan sahabat Abdurrahman bin Auf. Dia justru ingin miskin, karena dia pernah mendengar Rasulullah berkata bahwa dirinya akan masuk surga belakangan karena terlalu kaya dan menunggu lamanya hisab.
KURMA BUSUK
Maka mendengar sabda rasulullah, Abdurrahman bin Auf pun memutar otak berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk surga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf kemudian memborong semua kurma busuk milik penduduk Madinah dengan harga kurma bagus dengan tujuan menolong sahabat sahabatnya. Semua merasa bersyukur karena terhindar dari kerugian.
Kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Para sahabat gembira dan
Abdurrahman bin Auf pun juga senang karena dia sudah jatuh miskin.
Luar biasa hebatnya Abdurrahman Bin Auf, jatuh miskin malah gembira. Bagaimana dengan kita?
DIBORONG RAJA
Namun Allah berkehendak lain. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah kurma busuk.
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa.
Ternyata janji bahwa pahala orang bersedekah dilipatgandakan oleh Allah minimal 10 kali lipat menjadi kenyataan meski tanpa diminta oleh Abdurrahman Bin Auf.
Ternyata kalau sudah rezeki, kurma busuk pun akan menjadi ladang kekayaaan yang luar biasa. Sungguh di luar akal sehat manusia.
BAGIKAN 700 ONTA
Pada suatu kesempatan, Aisyah mendengar suara gaduh di jalanan Kota Madinah. Rupanya rombongan kafilah Abdurrahman Bin Auf datang dengan membawa barang dagangan sebanyak 700 unta. Kemudian Aisyah menyampaikan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda melihat Abdurrahman masuk surga dengan merangkak
Seketika menangislah Abdurraman bin Auf, dan ia pun berkata, “Kalau bisa aku ingin masuk surga dengan melangkah.” Kemudian ia membagikan seluruh harta perniagaannya itu kepada rakyat, dan di jalan Allah.
Bahkan, ketika ajalnya mendekat, Abdurrahman mewasiatkan agar setiap kaum muslimin yang ikut perang Badar, tetapi masih hidup, agar diberi empat ratus dinar dari harta warisannya. Dan berwasiat agar sebagian besar uangnya diberikan kepada janda-janda Rasulullah saw, sehingga Aisyah berdoa, “semoga Allah memberi minum kepadamu dari mata air Salsabil di Surga”
REZEKI HAK ALLAH
Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kita harus yakin bahwa rezeki itu totally hak dari Allah.
Bukan hanya karena usaha kita, kepandaian kita, atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak. Tetapi Allah yang merencanakan semuanya.
PENTINGNYA KEYAKINAN
Kadang-kadang, keyakinan dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat. Mari kuatkan keimanan kita bahwa Allah Maha Kaya dan Allah Maha Pemberi Rezeki.
Seperti keyakinan kita akan ditaqdirkan Allah ke Baitullah, kalau kita yakin pasti akan Allah izinkan. Kuatkan keyakinan kita kapan ke Baitullah, semoga kita menjadi salah satu hambanyaNya yang diizinkan…aamiin
Semoga bermanfaat.






