Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengatakan bangsa Indon sia harus optimis dalam.menghadapi virus Corona. Dia menyebut wabah Covid-19 merupakan acaman yang amat berbahaya. Ia menganalogikan penanganan Covid-19 sebagai perang melawan musuh yang tak terlihat dan tak punya agenda lain selain mengancam keselamatan manusia.
“Wabah Covid-19 ini adalah ancaman yang sangat berbahaya, bukan saja kepada bangsa dan negara Indonesia tapi seluruh umat manusia di dunia ini,” ujar Prabowo dalam dalam amanatnya saat melepas relawan Komponen Pendukung (Komduk) Pertahanan Negara Bidang Kesehatan, Senin (5/4).
Prabowo menilai, penanganan Covid-19 sebetulnya adalah perang melawan musuh yang tidak kelihatan, tidak punya ideologi, tidak punya agenda lain selain mengancam keselamatan manusia. Karena itu, dibutuhkan semangat kesemestaan, semangat saling membantu di antara segenap elemen masyarakat.
“Seluruh dunia terpengaruh, banyak negara lebih parah dari kita, tetapi titik terang sudah mulai kelihatan,” terangnya.
Menurutnya, upaya-upaya terus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia. Itulah yang membuat semua pihak harus selalu optimis dalam menghadapi dan menyelesaikan wabah Covid-19 ini secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dan saling bantu.
Prabowo melepas 293 relawan Komduk Pertahanan Negara Bidang Kesehatan untuk percepatan dan penanganan Covid-19. Mereka akan ditugaskan di Rumah sakit Dr Suyoto Pusrehab Kementerian Pertahanan (Kemhan).
“Penyiapan relawan Komduk Pertahanan Negara Bidang Kesehatan ini merupakan salah satu dukungan Kemhan terhadap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujar Juru Bicara Menhan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui pesan singkat, Senin (4/5).
Menurutnya, Kemenhan mendukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan menyinergikan seluruh komponen nasional, baik di pusat maupun di daerah. Penyinergian tersebut engan melibatkan seluruh kementerian lembaga terkait, TNI dan Polri, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi, juga termasuk para relawan.
“Hingga penutupan pendaftaran pada 19 April 2020, sebanyak 1.768 orang mendaftar lewat jalur daring dan 300 orang melalui aplikasi WhatsApp. Namun, hanya 293 calon relawan yang terpilih,” terang dia. (01)






