Press "Enter" to skip to content

IDI: Bahaya, Panduan Kerja New Normal Pemerintah

Pemerintah baru saja merilis panduan bekerja di kantor dan industri pada situasi normal baru (new normal) pandemi Covid-19. Ini artinya, aktifitas kerja akan dimulai meski wabah corona belum belum berakhir.

FASILITAS RUMAH SAKIT

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban menilai, panduan Pemerintah bekerja dalam situasi wabah Corona justru bisa memunculkan gelombang kedua penularan virus corona.

Dia menuturkan, setelah membuka tempat kerja, kurva kasus Covid-19 menurun atau malah terjadi penambahan kasus?

“Hati-hati malah muncul second wave,” kata Zubairi, Senin (25/5/2020). 

Menurut Zubairi pembukaan tempat kerja meski dengan berbagai cara pencegahan penularan Covid-19 tak serta-merta menihilkan penularan di masyarakat.

Baca juga  Din Syamsuddin Prihatin Abdul Somad Dituduh Anti Pancasila

Apalagi jika tidak diimbangi dengan pengadaan alat kesehatan untuk masyarakat dan meningkatkan fasilitas rumah sakit.

Untuk itu, katanya, Pemerintah perlu juga memastikan fasilitas dan alat kesehatan tersedia.

TES MASIF

Pemerintah seharusnya melakukan tes masif, baik dengan metode PCR maupun rapid test terlebih dahulu sebelum melonggarkan PSBB dengan cara mulai membuka tempat kerja pada situasi pandemi virus corona yang belum mereda.

“Kita belum bisa melakukan tes spesimen 1.000/1.000.000 penduduk Indonesia, masih sedikit yang bisa di tes per harinya,” tegasnya.

Seperti diketahui, kurva kasus Covid-19 di Indonesia sendiri belum bisa dikatakan melandai. Kasus kematian dan jumlah orang terkonfirmasi positif masih terus bertambah. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *