Press "Enter" to skip to content

Beda dengan MUI, DMI Jelaskan Sholat Jumat Boleh Dua Gelombang

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menjelaskan maksud dibolehkannya shalat Jumat dua gelombang.

Sebelumnya, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa shalat Jumat dua gelombang tidak sah.

PERSOALAN INDUSTRI

Sekjen DMI Imam Addaruqutni mengatakan fatwa MUI pusat bahwa shalat Jumat dua gelombang hukumnya tidak sah muncul atas persoalan di sektor industri. Menurutnya, hal itu berbeda jauh dengan situasi darurat pandemi virus Corona (COVID-19) yang dialami saat ini.

“Jadi MUI pusat itu fatwa yang tidak boleh melaksanakan dua gelombang itu suasana batinnya lain, dulu pertanyaannya dari kaum pengusaha, supaya pabriknya terus produksi maka boleh nggak dua gelombang, satu tetap berurusan perusahaan mengerjakan, nanti setelah turun yang satu, dia jadi jumatan itu. Jadi tidak boleh. Semangatnya itu supaya tidak menggampangkan tapi kalau ini darurat ini. Berbeda, suasananya,” kata Imam, Rabu (3/6/2020).

Baca juga  Biaya Haji 2018 Naik

DAYA TAMPUNG MASJID

Imam mengatakan penerapan physical distancing demi mencegah penularan virus Corona berdampak terhadap daya tampung masjid. Karena itu, menurut dia, salat Jumat dalam satu gelombang tidak mungkin dilakukan dalam situasi seperti ini.

“Nggak mungkin karena ada physical distancing itu efeknya adalah efek penurunan kapasitas masjid, daya tampung masjid,” ujar dia.

Imam juga mengomentari fatwa MUI DKI yang membolehkan salat Jumat dua gelombang di tengah pandemi Corona. Imam mengatakan fatwa tersebut sudah sesuai dengan maklumat DMI.

“DMI sudah mengeluarkan maklumat dan melaksanakan salat Jumat dua gelombang. Jadi kalau MUI DKI mengeluarkan lagi, ya sudah malah bagus,” tandasnya.01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *