Press "Enter" to skip to content

Kawal RUU HIP, Muhammadiyah Bentuk Tim “Jihad Konstitusi”

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi perhatian publik karena diduga menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mengawal RUU tersebut, PP Muhammadiyah membentuk tim “Jihad Konstitusi”.


Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengirim tim ‘jihad konstitusi’ untuk mengawal RUU HIP. Mu’ti mengatakan tim ini merupakan amanat Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar.

BERIKAN MASUKAN
Mu’ti dalam mengatakan, hasil analisis tim ‘jihad konstitusi’ pengawal RUU HIP bentukan PP Muhammadiyah itu nanti akan disampaikan langsung kepada DPR. “Untuk mencermati dan memberikan masukan suatu undang-undang, Muhammadiyah membentuk tim khusus. Ini bagian dari jihad konstitusi,” ujar Mu’ti, Jumat (12/6).

Baca juga  MUI Minta Pemerintah Kurangi Pembicaraan Radikalisme


Mu’ti yang juga Ketua Tim Pengawal RUU HIP bentukan PP Muhammadiyah itu mengatakan, Tim yang beranggotakan 15 orang itu merupakan amanat Muktamar Ke-47 Muhammadiyah di Makassar.

ISU KEBANGKITAN PKI
Abdul Mu’ti menegaskan, RUU HIP itu penting dibahas secara khusus oleh Muhammadiyah agar isinya tidak menimbulkan kontroversi karena dianggap bertentangan dengan nilai yang terdapat dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Khususnya yang terkait dengan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kebangkitan komunisme serta perubahan Pancasila sebagai Dasar Negara,” ujarnya.

Adapun nama 15 tokoh Muhammadiyah dari kalangan akademisi yang ditunjuk oleh PP Muhammadiyah menjadi anggota tim pengawal RUU HIP. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *