Press "Enter" to skip to content

WHO Tak Percaya Jumlah Kematian Akibat Corona di Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak percaya terhadap jumlah kematian akibat virus Corona di indoensia, khususnya di pulau Jawa. WHO menduga kematian pasien dalam pengawasan (PDP) di Indonesia lebih tinggi daripada kasus positif virus corona.


Hal tersebut berdasarkan data yang dicatat dalam kurun waktu tiga pekan sejak 18 Mei 2020 sampai dengan 7 Juni 2020. Hingga saat ini total PDP di Indonesia mencapai 13.923 orang.
Pulau Jawa merupakan penyumbang kematian tertinggi akibat Covid-19 di Indonesia, yakni Jawa Timur 575, DKI Jakarta 540, Jawa Barat 161, Jawa Tengah 103. Total ada 2.048 orang meninggal dunia di Indonesia karena corona.

Baca juga  Idul Fitri 1441 H : Momentum Meraih Kemenangan Bebas Dari Covid 19


“Kematian pasien dalam pengawasan (PDP) secara substansial lebih tinggi daripada kematian kasus konfirmasi positif Covid-19 di Pulau Jawa, kecuali Jawa Timur,” tulis WHO dalam laporannya, Sabtu (13/6).


Di Jakarta, kasus kematian PDP dalam waktu tersebut sebanyak 360 orang. Sedangkan kematian dari kasus konfirmasi positif Covid-19 ada 66 kasus. Tak ada laporan kematian Orang dalam Pemantauan (ODP) di Ibu Kota.
Sedangkan di Jawa Barat, kematian PDP sebanyak 274, kematian kasus positif Covid-19 sebanyak 48 dan kematian ODP ada 50. Berikutnya, terdapat 258 kasus kematian PDP di Jawa Tengah. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kasus kematian konfirmasi positif Covid-19 sejumlah 28.


Teruntuk di Jawa Timur, WHO melaporkan jumlah kematian PDP lebih kecil daripada kematian kasus konfirmasi positif Covid-19. Kematian PDP di wilayah yang kini dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa itu ada 219, kematian kasus konfirmasi positif ada 289 kasus dan terdapat 17 kasus kematian ODP.

Baca juga  PKS Minta Polisi Lepas 8 Petinggi KAMI


Kemudian, WHO melaporkan kasus kematian PDP di Banten sebanyak 46 kasus dan kematian kasus konfirmasi positif Covid-19 ada 10. Yogyakarta menjadi wilayah di Pulau Jawa yang mencatatkan kasus kematian sedikit akibat Covid-19. Hanya ada satu kasus kematian yang ada di sana yang merupakan kategori PDP. WHO mengatakan data tersebut bersifat sementara dan hanya beberapa provinsi saja yang melaporkan kematian PDP dan ODP. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *