Surabaya kembali menjadi sorotan dalam pembelajaran online selama pandemi. Hal itu dipicu kemunculan lambang PDIP sebagai pengganti sila keempat, pada materi pelajaran Kewarganegaraan bagi kelas 1 SD. Peristiwa tersebut terjadi pada program ‘Belajar dari Rumah Bersama Guruku’ yang merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan SBO TV yang itu disiarkan secara langsung.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya Supomo memberikan penjelasan, pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap guru yang mengajar program tersebut pada Selasa (8/9). “Kita klarifikasi. Saya belum dapat info terakhir tentang apa kemudian yang menyebabkan sampai muncul seperti itu,” ujar Supomo dikonfirmasi Selasa (8/9) malam.
DALIH TERGESA
Supomo mengaku, berdasarkan klarifikasi awal, guru tersebut tidak sengaja menampilkan logo PDIP saat menjelaskan sila keempat Pancasila. Dia pun menegaskan, setiap materi yang disampaikan, harus berdasar pada buku panduan. Supomo menduga, guru tersebut terburu-buru membuat materi pembelajaran, sehingga mengambil gambar yang salah dari internet.
“Kalau tadi berpapasan sebentar, ya dia ngomong tidak sengaja. Karena dia kan searching, ngambil dari Google kemungkinan begitu,” ujar Supomo.
Supomo mengatakan, guru yang mengajar pada program tersebut adalah guru-guru terbaik dengan IPK minimal 3,75. Guru yang kebetulan mengajar tersebut sudah empat kali mengajar. Namun pada Selasa (8/9) bukan merupakan jadwalnya dia untuk mengajar, melainkan guru lainnya. Namun guru yang semestinya mengajar sakit, sehingga dia diminta menggantikan.
EVALUASI PROGRAM
“Dia ngajar untuk mengganti guru yang seharusnya ngajar kemudian sakit. Lah siaran ini adalah siaran langsung. Sedangkan dia menyiapkan materinya waktunya terbatas karena bukan jadwalnya ngajar,” ujar Supomo.
Supomo menegaskan, atas peristiwa tersebut pihaknya segera melakukan evaluasi. Bahkan dia menyebutkan, kemungkinan nantinya program tersebut tidak disiarkan secara langsung. Ym






