by

Ancam Korban dengan Parang, Dua Begal Diringkus Satreskrim Polres Mojokerto

Polres Mojokerto berhasil meringkus dua pelaku begal atau pencurian dengan kekerasan (curas) yang bersenjatakan Parang. Kedua pelaku yang berdomisili di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tersebut masing bernama Samsul (27) dan Suyono (32). Keduanya terbukti melakukan begal dengan barang bukti satu unit motor, dompet dan dua unit handphone korban atas nama Dwi Hadi Prasetyo (21) dan Risma Wahyu, yang terjadi pada 14 Agustus 2021. Tempat kejadian perkara (TKP) di jalan yang sepi di sebelah timur PT Sun Power, di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kedua pelaku akhirnya berhasil diringkus oleh tim Satreskrim Polres Mojokerto pada 18 Agustus 2021.

barang bukti Satu Unit motor Honda Vario


“Tim dari Unit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto mendapatkan informasi yang menawarkan satu unit motor tanpa menggunakan plat nomor, tim melakukan penyelidikan secara intensif dan menangkap tersangka Samsul di wilayah Ngoro, Kemudian tim melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap Suyono di rumah pelaku,” ujar Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander dalam rilis yang digelar Senin (23/8) di Mapolres Mojokerto.

Dalam menjalankan aksinya, imbuh Kapolres Mojokerto, dua orang pelaku bersenjatakan senjata tajam berupa parang. Korban Dwi Hadi awalnya membonceng teman perempuan untuk kembali ke tempat kost, namun kemudian korban yang mengendarai motor Honda Vario tersebut berhenti sejenak di jalanan sepi untuk minum. Kemudian dua Pelaku menghampiri korban. Pelaku Samsul langsung mengancam dengan menodongkan parang ke perut Dwi Hadi Prasetyo. Sementara pelaku lainnya yang bernama Suyono mengarahkan parangnya mengarah pada leher Risma Wahyu. Pelaku menyuruh korban memberikan dompet, handphone dan kunci motor Honda Vario. Korban pasrah dan merelakan barang-barang dan motor dibawa kabur oleh pelaku. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngoro.

Kepada awak media, Kapolres Mojokerto menyebut kedua pelaku sempat hendak melarikan diri dan menyerang petugas ketika diminta menunjukkan dua barang bukti parang yang disembunyikan di semak-semak. Petugas terpaksa melumpuhkan dengan menembak kaki kedua pelaku.
“Sampai sekarang (pelaku) mengaku baru satu kali beraksi, namun kita akan kembangkan apakah ada kesamaan modus, ini yang kami dalami dan kami koordinasikan dengan polres lain di lingkar Mojokerto, kita koordinasikan apakah ada kemungkinan persamaan ciri ciri tubuh tersangka,” papar Kapolres Mojokerto.
AKBP Dony Alexander menyebut tertangkapnya dua begal tersebut menjadi bukti komitmen Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman, serta komitmen tindakan pengungkapan kasus apabila ada tindak pidana di wilayah hukum Polres Mojokerto.


Dalam rilis tersebut, Suyono mengaku terpaksa melakukan kejahatan tersebut untuk mencukupi kebutuhan keluarga, namun dia sadar apa yang dia lakukan salah dan melawan hukum.
“Untuk mencukupi keluarga saya, saya sadar salah pak,” Ucap Suyono.
Di tempat yang sama, korban Dwi Hadi Prasetyo juga mengaku akan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, yakni untuk tidak keluar malam jika tidak ada kepentingan.
“Dari kejadian saya, saya menghimbau kepada masyarakat mesti hati-hati, kalau malam jika tidak ada kepentingan jangan keluar,” tutur Adi.
Samsul dan Suyono kini harus berhadapan dengan hukum untuk bertanggungjawab atas perbuatannya. Dirinya diancam dengan pasal 365 ayat 2 dengan ancaman 10 tahun penjara. Ym

Kedua Pelaku Curas, Samsul dan Suyono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed