by

Percepat Herd Immunity, Kodim 0815 Mojokerto Gelar Vaksinasi Santri di Ponpes Fatchul Ulum

Vaksinasi di kalangan pondok pesantren terus digencarkan Kodim 0815 Mojokerto. Dalam kegiatan yang menjadi program TNI melalui serbuan vaksinasi Kodam V/Brawijaya ini, Kodim 0815 Mojokerto mendapatkan alokasi 9.678 dosis untuk santri di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Salafiyah Fatchul Ulum , kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/8) pagi. Sebanyak 365 santri mengikuti vaksinasi dengan menggunakan vaksin merah putih.
“Kegiatan hari ini dalam rangka menyelesaikan program program yang diberikan oleh panglima TNI, melaksanakan vaksinasi di Pondok pesantren, kami sudah seminggu lebih melaksanakan vaksinasi secara maraton setiap harinya di pondok-pondok pesantren di wilayah mojokerto,” ujar Letkol Inf, Beni Asman S.H, M.H, Dandim 0815 Mojokerto kepada majalahnurani.com.

Baca juga  Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

Pelaksanaan vaksinasi di pesantren Fatchul Ulum tersebut berjalan dengan lancar dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Letkol Inf Beni Asman berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan seluruh di wilayah Kabupaten Mojokerto bisa tervaksin semuanya. Selain itu serbuan vaksinasi dari TNI tersebut juga diharapkan dapat membentuk herd Immunity atau kekebalan bersama dalam menghadapi covid-19.
“Hati ini ada 365 santri di pondok pesantren Fatchul Ulum yang mengikuti vaksin, ini vaksin yang pertama, nanti setelah selesai semuanya mendapat dosis pertama, baru kita laksanakan vaksinasi untuk dosis kedua,” pungkasnya.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Fatchul Ulum, KH Muslich Abbas mengatakan, santri antusias mengikuti vaksinasi tersebut. Sebagian santri juga sudah divaksin. Dewan guru dan keluarga besar pesantren juga sudah divaksin.
“Bisa dilihat sendiri (antusias santri red), sebagian santri sudah divaksin, saya berharap, yang pertama kita menjaga kesehatan, kedua, kita belajar mentaati peraturan yang ada, baik aturan agama maupun aturan negara, dari sinilah akan muncul ghirah (semangat, red) dalam mencintai agama dan negara,” tutur KH Muslich Abbas.

Baca juga  Polres Jombang Terima Kunjungan Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri

Dari kegiatan vaksinasi tersebut, KH Muslich Abbas juga berharap terciptanya gotong royong bersama TNI. Sehingga bisa bersama-sama melakukan tugas masing-masing dalam menjalankan kelangsungan hidup beragama dan bernegara.
“TNI akan kuat kalau bersama kita (pesantren, red), dengan tugas yang berbeda akan tetapi ada persamaan dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjalankan kelangsungan agama dan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas KH Muslich Abbas. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed