Bismillah…
Saudaraku yang dirahmati Allah. Diriwayatkan dari Tsabit bin al-Bunani dari Anas mengisahkan, dahulu ada dua orang bertetangga yang terlibat sengketa karena memperebutkan sebatang pohon kurma. Salah satunya ingin memagar tanah, namun terhalang sebatang pohon kurma milik tetangganya yang tumbuh melewati pekarangannya. Persengketaan ini berlanjut sampai ke hadapan Rasulullah SAW.
“Berikanlah batang kurma itu kepada saudaramu (agar ia bisa memagar tanahnya), engkau akan mendapatkan ganti sebuah kebun kurma di surga,” bujuk Rasulullah SAW. Namun tetap saja, ia tidak mau.
PINJAMAN
KEPADA ALLAH
Tiba-tiba seorang sahabat bernama Abu Dahdah datang menghampiri Rasulullah. “Benarkah demikian (apa yang baru engkau sabdakan itu), wahai Rasulullah?” ujarnya. Rasulullah pun mengiyakan.
Dengan wajah sumrigah, Abu Dahdah langsung berujar kepada kedua orang yang bersengketa itu. “Juallah sebatang pohon kurmamu itu kepadaku. Aku beli dengan seisi kebunku,” ujar Abu Dahdah kepada si pemilik batang kurma.
Pemilik pohon kurma pun terkejut. Siapa yang tidak kenal dengan kebun kurma milik Abu Dahdah. Di kebun tersebut setidaknya ada 600 pohon kurma. Tidak itu saja, kebun tersebut juga mempunyai sumur, vila, dan taman-taman yang indah. Benarkah Abu Dahdah rela menjualnya hanya untuk mendapatkan satu batang kurma yang dipertikaikan itu? Setengah tak percaya, si pemilik batang kurma itupun mengangguk.
“Wahai Rasulullah, aku telah membeli pohon kurma itu, aku bayar dengan kebunku. Sekarang pohon kurma itu aku berikan kepadamu,” tutur Abu Dahdah.
Rasulullah pun terkesima dengan perbuatan Abu Dahdah. “Alangkah banyaknya tandan kurma yang harum baunya milik Abu Dahdah di surga kelak,” Sabda Beliau SAW seraya mengulang-ulang kalimat tersebut.
Kisah inilah yang melatarbelakangi turunnya Ayat Alquran Surat al-Baqarah ayat 245:
“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
BIAYA HAJI & UMRAH
Berbicara masalah pinjaman kepada Allah, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seseorang yang rela mengeluarkan biaya banyak untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah. Harta mereka tidak akan berkurang, bahkan justru bertambah banyak dan barakah. Kenapa demikian?
Biaya haji dan umrah ibarat kita memberi pinjaman kepada Allah. Maka, kalau kita dengan ikhlas melakukan dan dengan niat semata mata mencari ridho Allah, tentu Allah akan mengembalikan dengan nilai yang lebih besar dari apa yang sudah kita keluarkan. Dan kisah seperti ini banyak dialami oleh jamaah haji atau umrah. Setelah melaksanakan haji atau umrah, rezekinya semakin berlimpah dan hartanya bertambah barakah.
Ada sepasang suami istri yang melaksanakan haji tahun 2017. Kebetulan saat itu penulis sebagai ketua rombongan (Karom). Menjelang kepulangan jamaah haji dari Madinah, sang suami konsultasi tentang kondisi ekonominya. Dia banyak utang dan tidak berani pulang karena takut ditagih utang. Namun apa yang terjadi?
Sekitar tiga bulan setelah kepulangannya dari haji, dia malah mendaftarkan umrah ibunya. Dia cerita bahwa setelah pulang haji dia mendapatkan pekerjaan menjualkan tanah milik seseorang dan keuntungan puluhan juta. Keuntungannya itu dia pakai untuk melunasi utang dan mendaftarkan umrah ibunya. Luar biasa, kalau Allah sudah membuka pintu rezeki seseorang, tidak akan ada yang bisa menghalanginya.
MENGHAPUS KEMISKINAN
Jangan Takut Miskin karena mengeluarkan biaya untuk haji dan umrah. Karena orang haji dan umrah akan diberkahi rezekinya dan dijauhkan dari kemiskinan. Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan surga.” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban)
Dari hadis di atas, ada tiga keutamaan orang yang melaksanakan haji dan umrah. Pertama dijauhkan dari kemiskinan. Kedua diampuni semua dosa-dosanya dan yang ketiga mendapat sorganya Allah. Masya Allah, luar biasa. Karena itu jangan Takut menyisihkan uang untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, karena itu akan menjadi jalan akan semakin terbukanya pintu rezeki kita.
Semoga bermanfaat ..
Nur Cahya Hadi,
Surabaya 11 Oktober 2021






