Menggapai Akhir Kehidupan yang Diridhoi

Bismillah…
Saudaraku, pekan kemarin, tempatnya Kamis (4/11) hampir semua berita, baik online, televisi, radio maupun sosial media lain, dipenuhi dengan berita kematian sepasang anak manusia yang kecelakaan maut di Jombang. Kedua pasangan ini usianya masih muda, hartanya berlimpah, karirnya juga sedang naik daun dan kondisi keduanya juga sedang sehat wal Afiat. Semua tidak ada yang menyangka bahwa ajalnya ternyata di Jombang. Semua merasa kasihan, menyayangkan, sedih juga terharu dengan peristiwa itu. Tapi kita semua lupa bahwa demikianlah konsekwensi kehidupan dunia. Semua yang hidup pasti akan mati, karena dunia bukan akhir kehidupan kita. Dunia adalah tempat transit perjalanan panjang kita menuju akhirat.

TIGA PENGANTAR
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:
“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Dalam hadis di atas disampaikan oleh Rasulullah bahwa ada tiga yang mengantar jenazah sampai pemakaman.
Pertama adalah keluarganya, yaitu anak dan kerabatnya, begitu pula sahabat dan kenalannya. Secinta apapun anak, istri, suami atau kerabat kita, mereka pasti akan pulang kembali rumah dan tidak ada yang bersedia menemani jenazah di alam barzah.
Kedua adalah hartanya, seperti mobil, motor yang mengiringi dan mengantar jenazah ke pemakaman. Sebanyak dan semahal apapun mobil yang mengantar kita ke pemakaman, pasti akan kembali ke rumah dan menjadi milik hak waris. Ketiga adalah amalannya, yaitu amal baik atau buruk yang pernah ia lakukan. Keluarga dan harta tadi akan kembali. Yang tersisa hanyalah amalnya yang menemani ia di kubur.
Jenazah akan diikuti oleh keluarga, harta dan amalnya. Itu adalah standart umum. Bisa jadi ada jenazah yang hanya diikuti oleh amalnya saja, tanpa membawa harta dan keluarga ketika diantar ke kuburan.
Disebutkan dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang panjang tentang pertanyaan di alam kubur. Ada ketika itu datang seseorang yang berwajah tampan dan berpakaian bagus, baunya pun wangi. Ia adalah wujud dari amalan shalih seorang hamba. Sedangkan orang kafir didatangi oleh orang yang berwajah jelek. Itu adalah wujud dari amalan jeleknya. (HR. Ahmad)

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

VISI AKHIRAT
Seorang mukmin yang senantiasa mengingat kematian dan tidak lupa mempersiapkan bekal menuju kehidupan setelah mati adalah orang yang memiliki visi jauh ke depan yaitu visi akhirat. Rasulullah bahkan menyebutnya sebagai orang mukmin yang cerdas (HR. Tirmidzi). Karena dia tidak menjadikan dunia sebagai tujuan, melainkan sebagai persinggahan sementara dan ladang untuk beramal.
“Sering-seringlah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian,karena tidaklah seseorang mengingatnya dalam kesempitan hidup melainkan akan melapangkannya dan tidaklah seseorang mengingatnya dalam keleluasaan hidup melainkan akan mempersempitnya.” (HR. Baihaqi, Ibnu Hibban dan Bazzar).
Mengingat kematian akan menimbulkan rasa khawatir di dunia yang fana karena kita akan menuju negeri akhirat yang abadi.

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

MENUNGGU AJAL
Setiap manusia memiliki dan menunggu ajal. Dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak akan bisa lari darinya. Kematian tidak harus diawali dengan sakit, tidak harus diawali dengan tua. Kalau sudah waktunya datang, tua, muda, anak anakpun akan menghadap Allah.
Semua yang bernyawa pasti akan mati sesuai ajalnya atas izin, takdir dan ketetapan-Nya. Siapapun yang ditakdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab, dan siapapun yang dikehendaki tetap hidup pasti akan hidup.Dan sebab apapun yang datang menghampiri tidak akan membahayakan yang bersangkutan sebelum ajalnya tiba karena Allah Ta’ala telah menetapkan dan menakdirkannya hingga batas waktu yang telah ditentukan. Tidak ada satupun umat yang melampaui batas waktu yang telah ditentukan.
Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya. Seperti dalam firman Allah: “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah : 8).
Di ayat yang lain, Allah berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’ : 78).

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

DIMULIAKAN
Manusia yang mengingat kematian akan dimuliakan dalam 3 (tiga) hal, yaitu segera bertaubat, hati qanaah dan giat ibadah.
Karena hidup di dunia singkat, sedangkan akhirat kekal maka barang siapa yang banyak mengingat kematian, dia akan mendapat banyak kemuliaan, hidayah untuk segera bertobat, merasa puas dengan apa yang ada, bersungguh-sungguh dan merasa senang dalam beribadah.
Sedangkan siapa yang lalai akan maut sehingga membencinya, dia malas bertobat, selalu merasa pendapatannya kurang sehingga dia tak pernah puas dan terus merasa miskin, dirinya juga akan malas beribadah yang membuatnya celaka di akhirat.
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat. Mati dengan husnul khatimah dengan ridha dan diridhai Allah SWT.
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.”(QS. al-fajr 27-30)
Semoga bermanfaat….

nchnurani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *