Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Mojokerto ke-XVII yang bertema “Konsisten Mengawal Kyai dan NKRI”, di Wisma PCNU Kabupaten Mojokerto, Ahad (12/12). Dalam konferensi yang digelar hingga Senin (13/12) dini hari tersebut telah menghasilkan Muhammad Albarra atau Gus Barra sebagai Ketua GP Ansor yang Baru.
Dalam pembukaan Konfercab tersebut dihadiri Bupati Mojokerto Hj Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto, Gus Barra, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alwy, Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur, Aulullah Habib.
Ada lima bakal calon (bacalon) Ketua PG Ansor Kabupaten Mojokerto yang maju dalam konfercab ke XVII tersebut. Antara lain Muhammad Mahbubullah (Gus Mahbub) dari Kecamatan Pacet, Wakil Bupati Mojokerto Gus Barraa, Putra pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Ketua PAC GP Ansor Mojosari Samsul Ma’arif, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto M Ali Nasikh (Gus Ali) dan M Syukron Fahmi (Gus Fahmi) Putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mibar, Sooko, Kabupaten Mojokerto, KH Chuseini Ilyas.
Gus Barra terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto masa Khidmat 2021-2025 setelah mengungguli perolehan suara dari empat Kandidat. Hal ini karena sebelum pemilihan, Gus Fahmi mengundurkan diri dengan alasan kurang fokus keluarganya lagi dirawat di RS.
“Iya Gus Fahmi mengundurkan diri saat tahap pembacaan visi – misi calon ketua PC GP Ansor , “ ucap Thoyib salah satu panitia.
Hasil penghitungan suara, incumbent M. Ali Nasikh (Gus Ali) memperoleh 1 suara, Muhammad Mahbubullah (Gus Mahbub) memperoleh 60 suara, Samsul Ma’arif mendapat 9 suara dan Muhamad Al Barra ( Gus Barra) memperoleh 96 suara.
Usai dikatakan sebagai ketua PC GP Ansor Kabupaten terpilih, Gus Barra menyebut kemenangannya merupakan kemenangan bersama.
“Ini merupakan kemenangan bersama, kita akan membesarkan GP Ansor Kabupaten Mojokerto secara bersama-sama, “ ucapnya.
Setelah sah memimpin PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, sederet program sudah disiapkan Gus Barra. Diantaranya akan melakukan asesment data keanggotaan GP Ansor sehingga lebih akurat jumlah anggota yang ada di Pemkab Mojokerto. Selain itu alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu juga akan meniru aplikasi pengolahan data yang dimiliki oleh GP. Ansor Banyuwangi yang melalui aplikasi sangat maju dan akurat.
“Program kedepan, kita konsisten Bahwa GP Ansor adalah kepemudaan NU dan untuk menjaga nilai – nilai ahlus Sunnah wal jamaah, “ Kita GP Ansor terus mengawal Kyai dan ikut menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.
Tak hanya itu, Gus Barra juga akan melakukan Pemberdayaan Pemuda Ansor yang akan bersinergi dengan Pemkab Mojokerto. Gus Barra akan lakukan pelatihan, pembinaan yang bersifat positif mengembangkan petensi par pemuda.
“GP Ansor itu pemuda yang potensial, Perlu adanya pelatihan, pembinaan demi kemajuan dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Sementara itu dikatakan KH Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, tantangan GP Ansor ke depan harus sigap dan tahu dengan gerakan radikalisme di Indonesia. Menurutnya setelah HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia resmi dibubarkan pemerintah, namun ideologinya masih bergerak.
“Kenyataan ada beberapa kemunculan gerakan berbentuk takiyah atau yang berlindung di organisasi dan partai yang sah, sehingga muncullah ideologi yang merupakan kemasan dari HTI, ini tantangan untuk GP ansor ke depan, harus betul-betul sigap,” ungkap KH Abdul Adzim Alwi. Ym






