by

Konjen Jepang Optimis Iklim Investasi di Surabaya Segera Pulih

Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, mengaku optimis iklim investasi di Indonesia, khususnya Jawa Timur, termasuk di Kota Surabaya, akan segera pulih. Hal ini terjadi seiring semakin baiknya, pengendalian pandemi Covid-19, di Indonesia.

Hal tersebut itu disampaikan Takeyama, yang didampingi Konsul Jepang, di Surabaya, Ishii Yutaka dan Wakil Konsul Bidang informasi, Pendidikan dan Kebudayaan, Tsumura Moe, saat mengundang makan siang, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, Wali Kota Surabaya, yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Irvan Widyanto, dan Direktur Operasi PT SIER Didik Prasetiyono, di kediaman Konjen Jepang, di Graha Family, Surabaya, Kamis (13/1).

Saat acara makan siang, yang dikemas santai itu, Mr Takeyama menyatakan, pandemi Covid-19 sangat menghambat mobilitas orang, khususnya antar negara. Namun, saat ini sinyal-sinyal pulihnya, perekonomian tumbuh sudah mulai terlihat.

“Saya memberikan apresiasi terhadap iklim investasi, di Jawa Timur khususnya, Surabaya. Pengendalian pandemi yang baik ini, tentunya akan segera memulihkan iklim investasi, sudah terlihat dari data. Ke depan tentunya berharap, adanya permudahan regulasi bagi investasi asing, pekerja asing khususnya dari Jepang, dan kemudahan-kemudahan regulasi lainnya utamanya perpajakan,” ujar Takeyama.

Baca juga  Kapolres Jember Beri Reward dan Punishment Kepada Anggota Polres dan Polsek Jajaran

Saat ini, kata Mr Takeyama, ada 155 perusahaan Jepang, yang berinvestasi, di Jawa Timur. Perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Jawa Timur berkembang, karena ada dukungan sumber daya alam, pekerja, infrastruktur dan iklim investasi yang baik.

“Surabaya ini kota yang nyaman, untuk tempat tinggal, banyak pengusaha Jepang yang memilih tinggal, di Surabaya lebih dari 20 Tahun. Masyarakatnya, terbuka dan itu baik untuk keberagaman kultur, kota industri,” tambah Takeyama.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono menyatakan, nantinya, akan ada rancangan Peraturan Daerah, untuk pengaturan pekerja asing yang akan dibahas. Oleh karena itu, dirinya meminta banyak masukan, dari Konjen Jepang dan staf, apa saja kira-kira yang nantinya, bisa menjadi landasan hukum, bagi kemudahaan investasi Jepang di Jatim, khususnya Surabaya.

“Masukan-masukan seperti dari Konjen Jepang itu, nanti akan kami bahas. Agar raperda pekerja asing, nanti bisa menjadi pemantik iklim investasi, yang lebih pesat di Surabaya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Baca juga  Pemkot Surabaya Data Ulang Pedagang TPS Pasar Turi

Sedangkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot, Surabaya, Irvan Widyanto menyampaikan salam hormatnya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kepada Konjen Jepang, karena saat acara makan siang, Wali Kota Surabaya, mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang sedang melakukan kunjungan di Surabaya.

Irvan mengatakan, sudah banyak potensi kerjasama, yang sudah dibina Pemkot Surabaya, dengan Pemerintah Jepang. Diantaranya adalah, kerjasama penelitian ekosistem mangrove dengan tenaga ahli, dari Kota Kitakyushu Jepang.

“Kota Kitakyushu memiliki teknologi yang dapat menganalisa jenis-jenis mangrove, termasuk aneka hayati dan fauna. Proses kerjasama itu, sekarang sudah mulai penjajakan. Kami berharap semakin banyak lagi, kerjasama bidang kemajuan teknologi lainnya yang dijalin,” kata Irvan antusias.

Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono menjelaskan, banyak investor dari Jepang, yang berinvestasi di kawasan industri SIER, khususnya di PIER Pasuruan. Dengan adanya pertemuan dengan Konjen jepang ini, Didik berharap, semakin banyak perusahaan Jepang, yang berinvestasi ke kawasan industri yang dikelola BUMN ini.

Baca juga  Pemkot Surabaya Terima 106 Ribu Sasaran Vaksin Booster dari Pemprov Jatim, Prioritaskan untuk Lansia

“Kami menyampaikan product knowledge, tentang potensi ekonomi di Jawa Timur, baik tentang ketersediaan sumber daya alam, potensi pasar, maupun tenaga kerja dan infrastruktur yang memadai, termasuk pengelolaan limbah yang terintegrasi. Pak Konjen menyambut tangan terbuka, untuk pembicaraan lebih lanjut,a” kata Didik

Dalam acara makan siang itu, juga diisi diskusi-diskusi ringan, seperti membagi cerita hobi masing-masing. Konjen Jepang Takeyama menyampaikan selama tugas di Indonesia, masih menyalurkan hobi mendaki gunung. Usai makan siang, dilanjutkan dengan ngobrol santai, di beranda sembari memberikan makan ikan koi, yang merupakan ikan yang memiliki filosofi tinggi bagi warga Jepang. (yunus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed