by

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Pasuruan Prioritaskan Penanganan di Lokasi Terdampak Banjir

Pasuruan, Majalahnurani.com – Mengantisipasi banjir yang berpotensi kembali terjadi di beberapa kawasan akibat tingginya curah hujan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan lebih fokus dalam memprioritaskan penanganan kedaruratan. Baik dari sisi makanan, minuman, air bersih maupun aspek kesehatan warga terdampak.

Dikutip dari pasuruankab.go.id seperti halnya yang dilakukan oleh Wakil Bupati Mujib Imron bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan pada saat meninjau lokasi banjir di tiga Kecamatan. Masing-masing di Desa Rejoso Lor Kecamatan Rejoso, Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati dan Kecamatan Winongan.

Bersama Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Budi Santosa serta Kepala OPD terkait, Wakil Bupati menyerahkan secara langsung bantuan sekaligus menyapa dan memberikan dukungan moril kepada masyarakat terdampak banjir. Adapun jenis bantuan berupa paket sembako, seribu bungkus lebih makanan siap saji hingga biskuit didistribusikan bagi korban banjir yang mayoritas wanita dan anak-anak tersebut.

Baca juga  Razia Rumah Kos, Polresta Mojokerto Amankan Dua Pasang ABG Diduga Berbuat Mesum

Sedangkan skala prioritaskan penanganan kedaruratan lainnya yang juga dilakukan dengan berkoordinasi lebih intens dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Disampaikan melalui Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Budi Santosa, Wakil Bupati menyampaikan terkait urgensitas normalisasi sungai Rejoso yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapannya, Gubernur Jawa Timur untuk segera melakukan normalisasi.

“Kami sangat berharap kepada Ibu Gubernur untuk segera melakukan normalisasi Sungai Rejoso ini. Karena masyarakat di sana sangat menunggu dilakukan normalisasi,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini pada saat meninjau lokasi banjir di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati pada hari Selasa (18/1/2022) siang.

Baca juga  Kongres Pergunu akan Digelar 26-28 Mei 2022 di Mojokerto, Dihadiri Mahfud MD Hingga Gus Miftah

Menurut Wakil Bupati, akibat belum dinormalisasinya sungai Rejoso, beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan terendam banjir pada saat curah hujan tinggi. Terlebih sungai Rejoso merupakan salah satu sungai yang cukup panjang. Sehingga setiap tahunnya menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap menggenangi pemukiman warga setiap tahunnya.

“Kami sangat berharap kerjasama dari perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pasuruan. Bukan hanya di wilayah terdampak saja, tapi juga perusahaan di wilayah barat, kami mohon berpartisipasi membantu penanganan kedaruratan,” pintanya.

Sementara itu, menyikapi adanya laporan dari warga terdampak banjir jika data kependudukannya terkena banjir, Wakil Bupati meresponnya dengan cepat. Bahwa hal itu akan dikoordinasikannya bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pasuruan.

Baca juga  Kapolda Jawa Timur Sampaikan Bela Sungkawa Kepada Korban Laka Maut Bus Pariwisata di Tol Sumo

“Terkait data kependudukan, nanti itu dikoordinasikan di Pemkab untuk penanganan secepatnya. Sebab data-data itu sangat penting. Nanti Pak Asisten Pemerintahan dan Kesra kami minta untuk mengerjakan data-data warga yang terkena banjir,” tandasnya. *

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed