Pejabat Digaji dari Uang Rakyat, Wali Kota Surabaya Harusnya Kita Malu Masih Ada Bayi Stunting dan Gizi Buruk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kembali mengingatkan kepada seluruh pejabat, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Menurutnya, gaji ASN itu berasal dari uang pajak, yang dibayarkan rakyat. Maka, sudah kewajiban bagi ASN itu, untuk membahagiakan masyarakatnya.

Namun demikian, Wali Kota Eri menyebut, hingga saat ini, di Surabaya ternyata masih ada bayi stunting, gizi buruk, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), dan bahkan kekurangan. Tentu saja sebagai pejabat pemkot, harusnya merasa malu, kepada masyarakat Surabaya.

“Kita digaji dengan uang APBD, yang kembali pendapatan kita dari pajaknya, masyarakat Surabaya. Tapi, hari ini kita masih jauh-jauh belum bisa, membahagiakan masyarakat Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Jumat (4/2).

Baca juga  Cegah Pemalsuan Karcis, Dishub Siapkan Voucher Parkir Berstandar Peruri

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu pun berkaca, kepada para pekerja sosial, atau orang-orang yang telah mengorbankan jiwa raganya, untuk Kota Pahlawan. Menurut dia, meski mereka bekerja tidak digaji, tapi mau berjuang ikhlas, dan tanpa pamrih, untuk warga Kota Surabaya.

“Ketika kita sudah memiliki tempat (kerja) enak, ketika kita memiliki gaji yang tepak (tinggi), tapi kalau kita masih kalah dengan mereka, itu namanya kebacut (keterlaluan) pejabat struktural di Kota Surabaya,” tegasnya.

Terlebih pula, kata dia, ketika pejabat, atau ASN di pemkot itu, akan berbuat sesuatu ke masyarakat masih memikirkan berapa gaji yang diterima. Tentu saja, bagi Wali Kota Eri, pejabat yang demikian tersebut, sudah keterlaluan.

Baca juga  Pemprov Jatim Gelar Mudik Gratis, 17 Jurusan Bus dan 2 Rute Kapal

“Kalau kita sudah melihat seperti ini (gaji), harusnya kita malu. Harusnya kita letakkan harga diri kita, sebagai pejabat-pejabat di Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Maka dari itu, Wali Kota Eri berharap kepada, seluruh pejabat dan ASN di lingkup Pemkot Surabaya, agar terus berbenah diri. Dia pun ingin agar seluruh ASN itu juga belajar, kepada para pekerja sosial, yang lebih pantas disebut Pahlawan, bagi warga Kota Surabaya.

“Belajar bagaimana menghargai, dan menghormati orang lain, dengan hati kita, dengan kekuatan yang kita punya, saya pun pribadi akan belajar. Karena tidak selamanya (membahagiakan orang lain) itu, dengan uang dan tidak selamanya dengan harta,” tuturnya.

Wali Kota Eri bilang, bahwa untuk membangun Surabaya yang hebat, maka harus dilakukan dengan gotong-royong kebersamaan. Juga, ada rasa empati, dan hati yang ikhlas, untuk membangun Surabaya. Dia meyakini, seluruh elemen di Kota Pahlawan, memiliki akan hal itu.

Baca juga  Jatim Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga 10 Maret, Warga Diminta Waspada

“Kita tunjukkan kepada seluruh kota di Indonesia, kepada dunia, bahwa Surabaya hebat, bukan karena wali kota, atau pejabatnya. Tapi, karena ikhlas dan empati yang dimiliki warganya,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *