by

Segerakan Kebaikan, Jangan Ditunda-Tunda

Bismillah…
Saudaraku, suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Lalu, beliau menjawab, “Bersedekah selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya. Dan janganlah kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian’, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Salah satu pelajaran yang terkandung dalam hadis yang diriwayat dari Abu Hurairah di atas, menganjurkan kepada kita untuk bersegera bersedekah dan melakukan amal-amal baik lainnya. Tegasnya, berbuat baik jangan ditunda-tunda. Harus segera dilaksanakan.

UMRAH DIBUKA
Berbuat baik jangan ditunda. Melakukan ibadah haji dan umrah adalah sebuah kebaikan. Kalau sudah ada kesempatan, harta ada dan peluang ke tanah suci juga terbuka maka jangan sampai kita menunda. Bisa jadi kesempatan yang sekarang ada tidak akan kita temui lagi di masa yang akan datang.
Hal ini selaras dengan firman Allah SWT yang termaktub dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 148, “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.”
Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda: “Perlahan-lahan dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam perbuatan yang berkenaan dengan akhirat.” (H.R. Abu Dawud, Baihaqi dan Hakim).
Bila kita menunda-nunda amal kebaikan bisa menjadikan amal baik yang akan kita lakukan itu tidak terlaksana. Itu karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput diri kita. Sama halnya dengan ibadah umrah. Meski sekarang umrah dibuka dengan segala macam aturan yang menurut kita ribet tetapi dalam kenyataanya peluang kita untuk umrah terbuka dan bisa dilakukan. Beda dengan dua tahun sebelumnya, dimana kita tidak bisa sama sekali melakukan ibadah ke tanah suci.

Baca juga  Video Call Pesepeda Peraih Medali Sea Games, Kapolri: Indonesia Sangat Bangga

SULIT TAMBAH AFDHOL
Besarnya pahala juga tergantung tingkat kesulitan. Semakin sulit semakin besar pahalanya. Contohnya pahala shalat isya dan subuh berjamaah. Shalat subuh berjamaah pahalanya sama dengan shalat semalam penuh.
Sedangkan shalat isya pahalanya sama dengan shalat 1/2 malam. Padahal rakaat shalat isya lebih banyak daripada shalat subuh. Jadi pahala bukan karena jumlah rakaat tapi tergantung kesulitannya. Shalat subuh lebih sulit daripada shalat isya.
Khusus di bulan Ramadhan Allah memberikan pahala yang berlipat ganda dengan rentang 10 sampai 700 kali dari ibadah di luar ramadhan. Tiap orang bisa dapat pahala yang berbeda pada rentang di atas. Tergantung keikhlasan masing-masing.
Ibadah puasa punya keistimewaan. Kata Allah dalam hadist Qudsi “…Kecuali puasa. Itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya”. Jadi bukan di rentang 10 sampai 700 kali tapi tak terbatas. Mengapa? Puasa ibadah paling berat. Jika shalat satu waktu hanya 5 menit dan ada jeda setelah itu. Demikian pula haji hanya 5 hari selesai. Zakat juga hanya sekali setahun dengan syarat nishab dan haul. Puasa sehari 13,5 jam dan selama 1 bulan.
Pada 10 hari terakhir Ramadhan Allah letakkan malam lailatul qadr dengan pahala yang luar biasa besar. Lebih mulia daripada 1000 bulan. Untuk meraihnya bukan ditunggu tapi dijemput dengan i’tikaf. Tingkat kesulitan semakin tinggi.

Baca juga  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Pangdam V/Brawijaya Beri Penghargaan ke Prajurit

AJAL DATANG KESEMPATAN HILANG
Saudaraku, waktu dan usia adalah kesempatan yang kita tidak tahu sampai kapan akan diberikan kepada kita. Demikian juga kesehatan. Karena itu, saat usia dan kesehatan sudah kita miliki, kesempatan dan biaya juga sudah ada, maka jangan sia siakan untuk melakukan ibadah ke tanah suci. Saat inilah kesempatan terbaik kita, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Islam memerintahkan pemeluknya untuk bersegera melakukan kebaikan karena ia akan memberikan rasa aman dan membuat hati tenang dan damai. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133).
Selamat menjadi tamu Allah…semoga dimudahkan dan mabrur.

Baca juga  Urkes Polresta Mojokerto Beri Trauma Healing dan Rutin Cek Kesehatan Pasien Korban Laka Tol Sumo

Senin 7 Februari 2022
nchnurani@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed