Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Surabaya, terus berupaya untuk melakukan percepatan vaksinasi booster (dosis ketiga). Hasilnya, jumlah sasaran lansia, yang sudah memenuhi interval 6 bulan, dari vaksin dosis 2, adalah sebanyak 100.901 orang.
“Cakupan vaksinasi booster yang berusia minimal 18 tahun secara luas di Kota Surabaya. Bagi masyarakat dengan jarak minimal 6 bulan, dari dosis 2 dan telah memiliki E-tiket dosis 3, melalui aplikasi Peduli Lindungi, dapat diberikan vaksin booster,” jelas dia.
Terkait dengan laporan Kejadian Inputan Pasca Imunisasi (KIPI), usai mendapat vaksin booster, Nanik mengaku, persentase KIPI sangat kecil, yakni kurang dari 1 persen. “Karena rata-rata bersifat temporer dan ringan,” ungkap dia.
Oleh karena itu, pihaknya juga terus mengejar capaian vaksinasi booster, sesuai dengan target yang diminta, oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Yakni, capaian vaksin booster setiap harinya, rata-rata dalam satu minggu terakhir sebanyak 15.000 – 18.000 dosis per hari.
“Ketersediaan vaksin di GFK (Gudang Farmasi Kesehatan), cukup memadai untuk memenuhi target capaian vaksin booster, di Kota Surabaya,” terang dia.
Nanik mengatakan, meskipun terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Surabaya, pihaknya telah menyiapkan strategi terkait percepatan vaksinasi booster. Seperti, menggelar pelaksanaan vaksinasi massal, di beberapa mall, atau pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan.
“Puskesmas juga membuka beberapa pos vaksinasi di wilayahnya, untuk menyasar masyarakat, yang belum vaksin, dan melakukan sweeping, atau jemput bola ke rumah-rumah, bagi lansia yang tidak bisa datang ke pos vaksinasi,” kata dia.
Ia mengimbau kepada seluruh warga Kota Surabaya, mengingat pentingnya vaksinasi booster, untuk menekan laju dan mengurangi penularan kasus Covid19, di Kota Surabaya, maka masyarakat bisa melakukan vaksinasi, di sentra-sentra vaksin massal, yang digelar oleh Dinkes di beberapa Mall, atau ke Puskesmas terdekat, sesuai wilayah tempat tinggal.
Puskesmas terdekat, sesuai wilayah tempat tinggal.
“Serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, untuk mengantisipasi paparan virus Covid-19,” pungkasnya. (yunus)






