Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur menyalurkan sebanyak 150 paket Bantuan Zakat Produktif untuk modal usaha pelaku usaha Ultra Mikro di Kantor Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Senin (21/2). Bantuan berupa modal usaha sebesar Rp 500 ribu itu dibagikan kepada pelaku usaha ultra mikro, antara lain pedagang gorengan, penjual sayur, penjula cilok, dan pelaku usaha ultra mikro lainnya yang tidak tersentuh oleh perbankan dalam permodalan.
Hadir dan turut menyerahkan bantuan yang berasal dari zakat produktif Baznas Jatim itu antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, Wakil Kepala IV Baznas Jatim Husnul Huluq, beberapa OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta Camat Pacet.

Wakil Kepala IV Baznas Jatim Husnul Huluq mengatakan, Baznas Jatim punya banyak program yang inline atau sejalan dengan program dari Gubernur Jawa Timur. Salah satunya adalah program zakat produktif dengan cara memberikan modal usaha untuk pelaku usaha ultra Mikro. Tujuannya agar pelaku usaha ultra mikro tersebut punya tambahan modal menjalankan usahanya sehingga tidak terjerat modal usaha dari rentenir yang berbunga.
“Ini sejalan dengan program Baznas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita sudah (menyalurkan zakat produktif) di delapan titik, sudah 700 paket yang sudah kita bagikan,” tuturnya kepada awak media.
Masih kata Husnul Huluq, untuk di Kecamatan Pacet ini Baznas Jatim menyalurkan 150 paket bantuan. Setiap pelaku usaha ultra mikro mendapat Rp 500 ribu. Jumlah penerima zakat produktif di tiap daerah berbeda-beda. Tergantung kondisi masing-masing daerah.
“Targetnya bisa 4 ribu lebih (penerima zakat produktif) di seluruh Jawa Timur, masing-masing Rp 500 ribu, insya Allah ini cukup untuk modal,” imbuhnya.

Selain zakat produktif, lanjut Husnul Huluq, Baznas Jatim juga memilik program lainnya seperti Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang juga didukung oleh Gubernur Jawa Timur. Selama ini Gubernur Khofifah mensupport keberadaan Baznas dengan mengeluarkan intruksi Gubernur nomor 1 tahun 2020 yang menekankan seluruh ASN (Aparatul Sipil Negara) mengeluarkan zakat 2,5 persen ke Baznas Jatim.
“ASN di Jatim ini cukup banyak, Kami sekarang juga melakukan sosialisasi ke semua ASN agar bayar zakat, sehingga zakat ini kita gunakan kembali ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Husnul Huluq.
Dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendoakan para pelaku usaha ultra mikro yang telah menerima bantuan modal usaha zakat produktif dari Baznas Jatim nantinya diberikan rejeki yang luas barokah serta terhindar dari pinjam modal di rentenir.
“Semoga dengan bantuan modal usaha dari zakat produktif ini para pelaku usaha ultra mikro punya kekuatan modal sehingga tidak lagi terjerat rentenir. Sehingga rejeki yang didapatkan menjadi barokah, barokah untuk keluarga, barokah untuk Mojokerto, Barokah untuk Jawa Timur, barokah untuk Indonesia,” pungkas Khofifah yang ditutup dengan bacaan surat Alfatihah. Ym






