by

5 Pengedar Narkoba Diamankan dengan Barang Bukti Sabu Hingga Ekstasi, Kapolresta Mojokerto : Preseden Buruk

Satresnarkoba Polresta Mojokerto berhasil mengungkap fakta masih masifnya peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Kabar tidak baik itu terungkap dalam Konferensi pers yang digelar di Aula Hayam Wuruk Mapolresta Mojokerto, Kamis (24/2) siang. 5 orang pengedar narkotika dihadirkan dengan barang bukti yang tidak sedikit, yakni sabu-sabu seberat 110,9 gram, ekstasi sebanyak 91 butir dan pil koplo atau double L sebanyak 25.350 butir.

“Informasi ini adalah informasi tidak baik tapi harus saya sampaikan kepada masyarakat supaya ada kesamaan persepsi bahwa maraknya peredaran narkotika psikotropika yang bisa diungkap aparat penegak hukum itu adalah preseden buruk,” ujar Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan kepada wartawan, Kamis (24/2) siang.

Dijelaskannya lebih lanjut, tempat kejadian perkara atau TKP berada di desa Banjarsari Wetan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Kemudian dilakukan pengembangan melalui analisa alat komunikasi dan transaksi keuangan berhasil dikembangkan dibTKP lain di wilayah Mojanyar dan Jetis.

Baca juga  Polisi Minta Imigrasi Cegah 2 Pelaku Eksportir Migor Ilegal ke Luar Negeri

Dari tersangka H ditemukan sabu seberat 106.98 gram, Ekstacsi 91 butir dan pil koplo 25 butir. Sedangkan dari tersangka YE diamankan sabu-sabu seberat 0,75 gram, dan dari tersangka TI dan IF terindikasi di tubuhnya mengkonsumsi barang haram tersebut dan berperan sebagai pengatur aliran transaksi serta ditemukan sisa sabu 1,8 gram. Selain itu dari tersangka IS ditemukan sabu seberat 1,36 gram dan 350 butir pil koplo.

“Status lima tersangka ini kita tahan di rutan Polresta Mojokerto, kita sudah melakukan koordinasi dan SOP penanganan selama masa pandemi, pemberkasan masih berlanjut dan akan kita tuntaskan sampai jaringan atasnya yang indikasinya adalah lintas kabupaten/kota,” tegas AKBP Rofiq.

Baca juga  Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan Pupuk Subsidi dan Menyita 279,45 Ton Barang Bukti

Pasal yang disangkakan, imbuh AKBP Rofiq, adalah pasal 114 (2) sub, 112 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan 197 sub 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman pidana bervariasi dari masing-masing pasal tersebut namun semuanya di atas 5 tahun penjara,” tukas Kapolresta Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto memberi catatan dari kasus ini, bahwa beberapa orang dari tersangka tersebut ada yang baru selesai menjalani masa hukuman.

“Ini sebuah indikasi bahwa ternyata proses hukum itu belum bisa memberi efek jera pada pelaku peredaran narkotika,” terangnya.

Alumni AKPOL 2000 ini berharap permasalahan narkotika psikotropika ini tidak hanya menjadi masalah dari aparat penegak hukum saja. Tapi semua elemen diharapkan memiliki kepekaan dan perhatian mengenai bahaya narkotika dan psikotropika.

Baca juga  Menderita Lumpuh, Sa'ir Menangis Terima Kursi Roda dari Kapolresta Mojokerto

“Termasuk juga elemen masyarakat, mari sama-sama kita melakukan langkah langkah bagaimana caranya melawan narkotika psikotropika karena ini merusak generasi dan eksesnya luar biasa terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas AKBP Rofiq. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed