Tak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi menghampiri di tengah pandemi yang sepenuhnya belum berakhir. Namun, tentunya hal itu justru membuahkan syukur karena sampai hari ini mampu melewati cobaan ini.
Sebagai bentuk rasa syukur itulah SMA Wachid Hasyim 2 (YPM) tetap mengadakan kegiatan rutin sosial jelang Ramadhan. Seperti halnya kegiatan Ro’an Akbar yaitu bersih-bersih makam dan masjid. Tidak hanya itu, sebelumnya juga sudah mengadakan kegiatan donor darah yang diadakan di kompleks sekolah.
Kegiatan Ro’an Akbar dilaksanakan pada Sabtu, 26 Maret 2022 dengan sasaran makam dan masjid yang ada di Kecamatan Waru.
“Pada kegiatan Ro’an Akbar tahun sebelumnya diadakan di beberapa makam dan masjid wilayah Kecamatan Taman dan Sukodono. Untuk tahun tahun ini kami bergeser ke Kecamatan Waru,” jelas Ummi Nahdliyah, M.Pd.I, Waka Humas SMA Wachid Hasyim 2 (YPM) Taman-Sidoarjo.
Ditambahkan oleh Ummi bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk praktik langsung dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, juga semakin mengenalkan kepada siswa bahwa salah satu amalan dalam jamiyah Nahdlatul Ulama adalah ziarah kubur. Dan, menjelang Ramadhan seperti ini banyak masyarakat yang menyempatkan diri untuk berziarah, mendoakan keluarga yang sudah meninggal sambil mengingat bahwa manusia semua akan mengalami hal yang sama, yaitu meninggal.
“Kami ingin berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan makam yang biasanya menjelang Ramadhan selalu ramai. Selain itu, masjid juga menjadi sasaran dalam rangka mempraktikkan bagaimana membersihkan tempat ibadah yang benar. Tidak hanya bersih tapi juga suci,” tambah Ummi.

Dalam kegiatan Ro’an Akbar tahun ini ada enam lokasi yang menjadi sasarannya, yaitu makam Desa Pepelegi, makam Desa Waru, makam Desa Kedungrejo, makam Desa janti, makam Desa Wedoro, dan Masjid Janti
“Kegiatan semacam ini sangat bagus, selain terkait kebersihan juga memberikan pendidikan praktik di lapangan langsung kepada siswa. Kami sebagai perangkat desa menyambut baik kegiatan semacam ini,” jelas Anas, Sekretaris Desa Pepelegi.
Donor Darah
Sebelumnya, sebagai bentuk kepedulian sosial PMR Wira SMA Wachid Hasyim 2 Taman juga mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah. Kegiatan yang bekerja sama dengan PMI Sidoarjo dilaksanakan beberapa hari lalu, tepatnya Selasa, 15 Maret 2002 bertempat di Gedung Intensif lantai satu SMA Wachid Hasyim 2 Taman.
Menurut ketua pelaksana kegiatan, Gandis Auryn Awanta, aksi gelar donor darah ini adalah program yang diadakan oleh Ekstrakurikuler PMR WIRA SMA Wachid Hasyim 2 Taman.
“Donor darah merupakan program rutin kami. Alhamdulillah, setelah 2 tahun tidak bisa melakukan karena sekolah lebih banyak daring sekarang bisa terlaksana,” jelas Gandis.

Ditambahkan oleh oleh siswa kelas XI IPS 5 ini , awalnya menargetkan 70 kantong darah, namun setelah mendapat masukan dari PMI Sidoarjo dengan melihat kebutuhan darah, target dinaikkan.
“Alhamdulillah, aksi donor kali ini mendapatkan 97 kantong darah. Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik PMR dan juga segenap pimpinan dan guru SMA Wachid Hasyim 2 Taman,” kata dr Layli penanggung jawab donor darah dari PMI Sidoarjo.
Dijelaskan juga oleh dr Layli bahwa persediaan darah di PMI sidoarjo menipis karena terjangkitnya demam berdarah. Karena itu, PMI sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan semacam ini.
Dijelaskan juga oleh Waka Bidang Kesiswaan Mohammad hajir, M.Pd. kegiatan donor darah ini diikuti oleh 140 peserta yang terdiri atas siswa kelas XII, bapak/ibu guru dan alumni.
“Tidak semua pendaftar memenuhi syarat, setelah dicek kesehatan ada 97 peserta yang lolos. Alhamdulillah, semoga bermanfaat. Saya sangat bangga dengan anak-anak PMR yang mampu menyiapkan dan melaksanakan kegiatan ini bekerja sama dengan PMI Sidoarjo,” tambah Hajir.
Dihubungi terpisah, kepala sekolah SMA Wachid Hasyim 2 (YPM) Taman Dra H. Nur Djannah menjelaskan bahwa pembelajaran yang diberikan kepada siswa tidak hanya berkutat pada materi keilmuan namun juga praktik di lapangan. Tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga langsung ke masyarakat.
“Kegiatan donor darah dan juga bersih-bersih makam dan masjid menjadi salah salah satu bentuk bahwa sekolah tidak hanya memberikan teori pada peserta didik tapi juga praktik langsung bahkan terjun ke masyarakat,” pungkasnya. (emha)






