by

Pemkot Surabaya Targetkan Salur BPNT dan BLT Migor Rampung Sebelum Lebaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menargetkan penyaluran BPNT/Sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng (Migor), di Kota Pahlawan, tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Ini sebagaimana target yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda).

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin, di sela memantau pelaksanaan salur bantuan sosial (Bansos), di Kantor Kecamatan Rungkut Surabaya, Sabtu (16/4)

“Insyaa Allah, saat ini untuk (salur) BLT minyak goreng dan BPNT di Surabaya sudah mencapai 56,37 persen. Kami berkoordinasi dengan tim dari PT Pos Indonesia,” kata Anna.

Ia menyebutkan, bahwa penerima BPNT dan BLT Migor di Surabaya tercatat total 85.328 jiwa. Jumlah ini merupakan total Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari kedua jenis bantuan tersebut. Sedangkan untuk penerima program Keluarga Harapan (PKH), di Surabaya, mencapai 56.372 jiwa.

Baca juga  Cegah Hepatitis Akut, Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Para Orang Tua Lebih Peka Terhadap Kesehatan Anak

“Untuk PKH sudah mulai banyak yang tersalur, sudah hampir sama 50 persen. Sehingga nanti target dari Pak Presiden Insyaa Allah, Kota Surabaya bisa memenuhi,” tegas dia.

Anna pun mengungkapkan, strategi untuk bisa memenuhi target percepatan salur bansos di Surabaya. Ketika data BNBA (By Name By Address), KPM bantuan diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos), melalui Bank Negara Indonesia (BNI), atau PT Pos Indonesia, pihaknya langsung meneruskannya, kepada masing-masing camat dan lurah.

“Sehingga mereka (camat dan lurah) juga bergerak bersama-sama. Jadi, kami mengawal bersama, dengan teman-teman PT Pos dan BNI,” jelas Anna.

Tak hanya itu, Anna juga menyatakan, bahwa strategi jemput bola, juga dilakukan Dinsos bersama BNI dan PT Pos, untuk mempercepat proses salur bansos. Utamanya bagi para penerima, yang sudah lanjut usia (lansia), atau kondisi sakit.

“Ada jemput bola juga, karena memang ada beberapa mekanisme di situ. Kalau memang dia (KPM) tidak bisa ambil datang, misal lansia, maka BNI, atau PT Pos, akan menuju ke rumahnya,” papar dia.

Baca juga  Pemkot Surabaya Buka Kejuaraan Futsal Perebutkan Piala Wali Kota, Atlet Terbaik akan Ikuti Diklat Satu Tahun Penuh

Ia menambahkan, bahwa saat tribulan pertama, khusus salur BPNT/sembako, di Surabaya mencapai 98,27 persen. Sementara untuk sisanya, diketahui KPM sudah meninggal dunia, serta domisili rumahnya tidak ditemukan, atau pindah.

“Artinya yang 0,2 persen itu, ada yang meninggal. Jadi memang pada saat pelaksanaan mereka meninggal dan tidak ditemukan. Nah, itu kita kembalikan ke Kemensos uangnya,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Deputi Eksekutif Vice President Reg V PT Pos Indonesia, Agus Aribowo. Ia menyebut, data KPM Bansos BPNT dan BLT Migor, di Surabaya sebanyak 85.328 jiwa. Saat ini sudah tersalur 48.267, atau sekitar 56,5 persen.

“Itu data penerima bansos minyak goreng dan sembako/BPNT. Namanya bansos (BPNT) sebulan Rp 200 ribu, dibayarkan bersama minyak goreng Rp300 ribu. Jadi PT Pos hari ini menyalurkan per KPM itu Rp 500 ribu,” kata Agus Aribowo.

Baca juga  Program Padat Karya Wali Kota Eri Cahyadi Dipuji Wantimpres Pakde Karwo

Pihaknya juga menargetkan, salur bansos BLT Migor dan BPNT/sembako, di Surabaya bisa rampung sebelum tanggal 21 April 2022. Namun, dia optimistis, penyaluran bansos ini bisa lebih cepat, dari target perkiraan sebelum lebaran.

“Insyaa Allah, Surabaya akan lebih cepat, karena target Senin (18/3) sudah selesai. Tinggal nanti yang luar kota, atau belum, bisa ambil nanti kita sediakan waktu sebelum tanggal 21 April 2022,” pungkasnya.(yunus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed