by

Harlah GP Ansor, Gus Barra Minta Generasi Muda Waspadai Gerakan Transnasional yang Mengancam Pancasila

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menghadiri Tasyakuran Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang ke 88 di halaman wisma PCNU Kabupaten Mojokerto, Ahad (24/4/2022) malam. Peringatan Harlah GP Ansor di Kabupaten Mojokerto tersebut dilakukan bersamaan dengan Harlah Fatayat NU. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hj Aini Zuroh, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, KH Adzim Alwi Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, serta ratusan pengurus PAC GP Ansor dan Fatayat NU di Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya Gus Barra, Sapaan akrab Wakil Bupati yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengingatkan kembali latar belakang berdirinya GP Ansor yang ikut berkontribusi dalam kemerdekaan Indonesia.

“GP Ansor berdiri pada 24 April 1934, para Muassis Nahdlatul Ulama saat itu sadar harus mencetak generasi handal untuk menjadi penerus para kiai untuk memerdekakan bangsa Indonesia, GP Ansor bersama Hisbullah juga berjuang melawan penjajah, maka pada waktu itu GP Ansor sudah memberikan sumbangsih yang sangat luar biasa terhadap berdirinya bangsa Indonesa,” ujar putra KH Asep Saefuddin Chalim tersebut.

Baca juga  Menderita Lumpuh, Sa'ir Menangis Terima Kursi Roda dari Kapolresta Mojokerto
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Barra dan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Mojokerto

Tidak berhenti di situ, imbuh Gus Barra, GP Ansor juga berkontribusi melawan penjajah lokal, yakni pada tahun 1965 melawan PKI (Partai Komunis Indonesia). Atas sumbangsih yang luar biasa itu, bangsa indonesai hingga kini bisa berdiri tegak dan bisa hidup aman, nyaman, dan tentram tanpa gangugan dari pihak asing.

Masih kata Gus Barra, mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia kini menjadi tanggung jawab generasi bangsa, termasuk pemuda Ansor, dari gerakan pemikiran islam Transnasional yang diimpor dari Timur Tengah. Gerakan transnasional tersebut menurut Gus Barra sudah terbukti membuat Negara seperti Syiria, Libya, maupun Irak terus berkonflik dan berperang melawan bangsanya sendiri.

“Kita harus waspada terhadap gerakan Transnasional itu, kalau tidak maka nasib negara kita akan seperti Syiria yang tidak berhenti berperang melawan bangsanya sendiri. Mereka berkonflik karena memberi angin kepada paham-paham transnasional masuk ke negaranya, dan paham itu ada yang membiayai sehingga tujuannya memporak-porandakan Negara muslim,” tegas Gus Barra.

Baca juga  Gelar Upacara Hardiknas 2022, Ning Ita Bacakan Pidato Menteri Pendidikan

Peringatan Harlah GP Ansor yang digelar bersamaan dengan Fatayat tersebut menurut Gus Barra merupakan hal yang baru pertama terjadi di PCNU Kabupaten Mojokerto. Gus Barra meminta GP Ansor Mojokerto untuk merapatkan barisan dari ancaman gerakan transnasional yang ada di Mojokerto yang bertentangan dengan Pancasila maupun norma Agama.

“Sejauh ini dibilang massif tidak, tapi ada. Khususnya di daerah utara sungai. Ada gerakan organsiasi transnasional namun sudah diawasi, akan tetapi teman-teman Ansor ikut serta menjaga dan mengawasi, dan kalau bisa memahamkan kembali bagaimana mencintai tanah air maka itu lebih baik lagi,” pungkas Gus Barra.

Tasyakuran Harlah GP Ansor dan Fatayat tersebut berlangsung sederhana namun penuh keakraban dengan disertai potong Tumpeng dan Kue Harlah secara simbolis. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed