Bismillah….
Saudaraku yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kita diberi kesempatan Allah untuk menikmati Ramadhan sebulan penuh. Selama Ramadhan, Allah telah memberikan pendidikan yang luar biasa kepada kita semua. Dari pendidikan itulah kita mampu meraih kebahagiaan. Ada dua kebahagiaan yang kita raih selama Ramadhan. Yaitu kebahagiaan ketika kita berbuka puasa dan kebahagiaan pada saat kita menghadap Allah nanti.
MERAWAT KEBAHAGIAAN
Ada dua kebahagiaan yang didapat oleh umat Islam pada saat menjalankan ibadah puasa. Kedua kebahagiaan itulah yang harus kita rawat sekuat tenaga sampai kita menghadap Allah.
Rasulullah bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Orang yang berpuasa akan meraih dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka puasa atau berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (HR Muslim).
Kebahagiaan sejati kita adalah karena kita melewati Ramadhan dengan penuh ketaqwaan kepada Allah. Bahagia karena puasa, bahagia karena bisa Istiqomah baca Alquran, bahagia karena infaq, bahagia karena bisa shalat malam dan bahagia karena mampu beribadah dengan maksimal.
Ini yang harus kita rawat.
Bahagia dan sedih karena amal..
MERAWAT TAQWA
Kebahagiaan terbesar pada saat Ramadhan adalah karena kita bertambah banyak beribadah. Motivasi puasa, sedekah, shalat malam dan baca Alquran sangat luar biasa besarnya. Sesuai dengan contoh Rasulullah, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa beliau saat Ramadhan sedekah dan baca Alqurannya luar biasa:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).
Kebahagiaan kita bisa sedekah, memberi buka orang berpuasa, bahagia karena target baca Alquran kita lebih baik dibanding di luar Ramadhan inilah yang harus kita rawat.
Ketaqwaan lain yang harus kita rawat adalah selama Ramadhan kita sudah menjaga lisan kita untuk senantiasa berkata baik dan tidak melakukan maksiat karena takut pahala puasa kita tergerus. Nah, kebiasaan ini yang harus kita rawat terus agar setelah Ramadhan ketaqwaan kita semakin meningkat seiring dengan kebiasaan baik kita yang terus kita rawat.
Selama Ramadhan, selain puasa kita juga bahagia karena setiap malam bisa shalat taraweh berjamaah yang pahalanya bisa menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu. Bahagia dengan shalatul lail ini yang harus kita rawat pasca Ramadhan.
MERAWAT TARGET
Kebahagian yang bisa kita raih selama Ramadhan tidak terlepas dari target yang sudah kita canangkan sebelum ramadhan. Biasanya menjelang Ramdhan kita sudah memasang target harus bisa khatam Al-Qur’an sekian kali, harus bisa sedekah sekian dan juga target untuk tidak berbuat maksiat selama Ramadhan.
Dan target-target tersebut Alhamdulillah ternyata bisa kita lakukan. Karena itu perlu kiranya merawat target setelah bulan ramadhan agar keistiqomahan kita selama Ramadhan bisa berjalan dan kita lakukan di luar ramadhan.
MERAWAT KEBIASAAN
Ada kebiasaan baik yang kita lakukan selama Ramadhan. Kebiasaan mengikuti kajian berbuka puasa, kebiasaan mendengarkan kultum, kebiasaan shalat berjamaah, kebiasaan shalat tepat waktu, kebiasaan bangun malam untuk sahur, serta banyak kebiasaan lain yang biasa hanya kita lakukan saat Ramadhan. Nah kebiasaan tersebut yang harus kita rawat. Karena kebiasaan baik yang Istiqomah lebih dicintai Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim).
Kita berharap dengan merawat kebahagian, merawat ketaqwaan, merawat target ibadah kita, serta merawat kebiasaan baik selama Ramadhan, maka saat kita dipanggil Allah tetap dalam keadaan bersih, suci, tidak ada noda dan dosa serta Husnul khatimah…..Aamin Allahumma Aamiin.
Surabaya, 5 April 2022
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalahnurani.com












