Dr KH Asep Syaifudin Chalim MA Ketua Umum Pusat PP Persatuan Guru Nadhatul Ulama atau Pergunu NU, sebagai inspektur upacara Apel Besar Kebangsaan dan Menjaga NKRI di Lapangan wisata pantai Pangandaran Jawa Barat, Sabtu (14/5/2022).
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Apel Akbar Kebangsaan dan Menjaga NKRI itu, diikuti oleh 1000 peserta yang terdiri dari para pengurus ranting dan pimpinan anak cabang Persatuan Guru Nadhatul Ulama seluruh Jawa Barat.
Dengan tema melalui peningkatan SDM NU untuk menjaga NKRI. Kiai Asep sapaan akrabnya, yang juga sebagai Guru Besar UINSA atau Universitas Sunan Apel Surabaya, dalam sambutannya, Pergunu NU berapel siaga, dalam menyiagakan dan mengupayakan diri untuk keberhasilan pendidikan dengan terbentuknya 9 program pendidikan, dalam rangka terwujudnya indonesia yang adil dan makmur.
9 program pendidikan itu adalah Guru harus mampu menanamkan keimanan kepada seluruh anak didiknya. Sebab hanya dengan keimanan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia berupa keadilan dan kemakmuran dapat direalisasikan. Kemakmuran dan keadilan hanya dapat diwujudkan oleh generasi generasi yang mempunyai keimanan kepada Allah SWT. Iman, guru harus mampu membuat anak didiknya bisa mengekspresikan keimananitu dalam kehidupannya. Mampu mewujudkan anak didiknya berakhlaqul karimah bahasa minimalnya adalah piawai dalam bergaul,tidak malas, tidak boleh malas, tidak boleh berkata tidak bisa dan tidak boleh putus asa. Mampu menunaikan tanggung jawab akademis . Bagaimana mempertanggungjawabkan anak didiknya mampu menyerap kurikulum yang telah dibuatnya. Mampu mencerdaskan anak-didiknya. Hal ini berkaitan dengan pembentukan kecerdasan. Pembentukan kecerdasan akan baik dan berjalan mulus dengan sendirinya manakala tanggung jawab akademis seorang guru dapat diselesaikan. Mampu mengarahkan dan mewujudkan budaya kesehatan. Sebab ketika seseorang itu sehat dia akan bekerja lebih baik, ia akan bekerja lama dan sangat efektif dalam bekerjanya. Mampu bertanggung jawab dalam pembentukan keterampilan. Mampu mengekspresikan seni. Pembetukan kreatifitas. Kemampuan pembentukan kreatifitas ini akan terjadi dengan sendirinya manakala seseorang anak didik telah dibekali dengan bahan baku yang cukup berupa muatan akademis ditambah dengan keterampilan.
Kiai Asep juga menerangkan, majunya Indonesia tergantung pula pada pendidikan yang tertuang dalam empat pilar Pergunu. Yaitu Pergunu harus mampu melahirkan ulama besar, Melahirkan pemimpin dunia bangsa yang menegakan keadilan, Melahirkan konglomerat yang luman (dermawan) untuk mewujudkan kesejahteraan, Dan melahirkan para profesional yang berkualitas dan bertanggung jawab.
“Mengingat kemajuan zaman yang kian cepat, maka Pergunu harus mampu memberikan terobosan-terobosan, agar mampu bersaing dan siap melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Untuk mewujudkan itu semua, perlu membekali peserta didik dengan akhlakul karimah, dikenalkan pentingnya memuliakan yang sepuh dan tanggung
bahwa Pergunu harus mampu menjadi teladan melalui sekolah dan madrasah di tengah-tengah masyarakat yang kini banyak terpapar paham radikal.
Para guru dalam wadah Pergunu, mesti mengambil peran maksimal sebagai pemersatu bangsa, serta berperan menyatukan tanah air Indonesia dengan penuh kedamaian.
“Sampai sekarang, ada 34 propinsi dan 504 cabang diseluruh indonesia, serta lebih dari 11 ribu PAC telah terbentuk. Contohnya, di Kabupaten Garut saja barusan telah dilantik 444 pimpinan ranting. Pergunu NU ikut berperan aktif untuk mencegah exstrim kanan dan extrim kiri tumbuh di indonesia. Kita terus berjuang maksimal dalam mewujudkan indonesia yang maju, adil dan makmur,” jelas Kiai Asep. Ym












